Home » Headline » Denny Indrayana: Dana Kampanye Wajib Diaudit

Denny Indrayana: Dana Kampanye Wajib Diaudit

rapgenius

rapgenius

JABARTODAY.COM – BANDUNG Di tengah ketidaksempurnaan kalau dibandingkan dengan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung saat ini kita lebih prepare dengan Komisi Pemilihan Umum zaman sekarang. Dulu Indonesia tidak memiliki lembaga untuk menguji undang-undang, saat ini ada Mahkamah Konstitusi yang berwenang melakukan itu semua. Meski belum ada MK, demokrasi nasional lebih baik dari sebelumnya, tetapi kampanye lebih problematis.

Kesimpulan itu muncul dari Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana dalam Press Gathering “Mewujudkan Pemilukada Yang Bersih Dari Politik Uang Untuk Menghasilkan Kepala Daerah Yang Tidak Koruptif” yang diadakan KPU Kota Bandung, Senin (27/5).

“Kalau berbicara pada regulasi pasti problematik. Kalau kita berbicara hasil pemilu yang anti korupsi. Tak hanya beli KTP, tetapi perahunya partai. Tak ada yang tidak money politik dalam pemilukada,” kata Denny.

Menurutnya, selain penguatan regulasi, yang tak kalah pentingnya adalah pendidikan politik. Pilkada dan Pemilu perlu diberi ruang. Terkait masalah regulasi, lanjut Denny, dari waktu ke waktu semakin baik. “Terkait dana kampanye, dari waktu ke waktu kita memiliki aturan pembatasan dana masuk. Tetapi dana keluar kita agak sulit dibatasi,” ujarnya.

Secara umum, imbuh Denny, regulasi yang dibuat pemerintah tak hanya terkait dengan pemilu, namun agar korupsi tidak terus terjadi. Maka itu, tegas Denny, dana kampanye wajib diaudit oleh akuntansi publik.

Dirinya memaparkan data miliknya sejak 2004 hingga Februari 2013 ada 21 gubernur, 7 wakil gubernur, dan 15 bupati yang tersangkut kasus korupsi. “Saya pikir statistik ini data yang bisa dirujuk untuk pembenahan kalau tak ingin sistem pemilu kita itu merupakan proses perpanjangan tangan pemilihan yang koruptif,” tandasnya.

Disampaikan Ketua KPU Kota Bandung, Apipudin, acara ini diadakan untuk pengayaan bukan untuk menghakimi para pasangan calon yang bersaing di Pemilihan Walikota Bandung 2013 mendatang.

Hadir juga sebagai pembicara, pengamat politik Yudi Latief dan aktivis anti korupsi Fadjroel Rachman. (VIL)

Komentar

komentar