Home » Bandung Raya » Tisna Sanjaya Gelar Aksi ‘Sasapu’ di Braga Festival

Tisna Sanjaya Gelar Aksi ‘Sasapu’ di Braga Festival

Braga 2JABARTODAY.COM – BANDUNG

Di tengah berlangsungnya acara Braga Festival 2013, seniman Tisna Sanjaya bersama teman-temannya menggelar performance art dengan menyapu sampah-sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Braga, Sabtu (28/9).

Aksi itu berangkat dari keprihatinan dirinya atas kurangnya perhatiannya warga Kota Bandung atas kebersihan saat keberlangsungan acara Braga Festival. “Selain itu, kami bermaksud untuk melestarikan budaya kita yang rajin bergotong-royong membersihkan lingkungan sekitar,” ucap Tisna.

Rangkaian acara Festival Braga semakin ramai dengan adanya perfomance art tersebut. Sekitar 20 seniman dan budayawan ikut menyapu dan membersihkan Jalan Braga. Performance art yang diberi judul ‘Hikayat Air’ itu bergerak dari sayap kiri Jalan Braga dan menyusuri sepanjang jalan Braga. “Kegiatan ‘sasapu’ ini kami buat untuk membersihkan sampah fisik maupun sampah mental atau sampah koruptor,” ujar Tisna.

Para seniman dan budayawan memakai kantong plastik di kepala mereka serta menggunakan sapu lidi dalam kegiatannya itu. Di sela-sela aksi, mereka juga mengajak anak-anak di sekitaran Jalan Braga untuk memungut sampah-sampah yang telah dikumpulkan. Menurut Tisna, sampah-sampah tersebut akan dibawa ke sebuah galeri untuk didiskusikan sebagai salah satu masalah besar Kota Bandung.

“Ini adalah kegiatan simbolis untuk menanggapi keadaan Kota Bandung sekarang ini. Runtah (sampah) ini kami kumpulkan untuk dijadikan artefak Bandung. Kami akan menyimpan artefak ini di galeri,” ujar Tisna yang juga mengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung.

Dalam aksinya para seniman itu mengenakan kaos oblong berwarna putih bertuliskan, “Sapu Bersih Sampah Bandung.” Sebagian pengunjung yang melihat aksi sapu-sapu jalan merasa terkejut. Sebab para seniman itu membawa menyapu sambil menyalakan kemenyan dan membawa sesajen.

Ridwan (23), salah satu pengunjung Braga Festival, mengaku sangat antusias dengan performance art yang digelar oleh Tisna Sanjaya dkk. “Awalnya saya kaget. Tapi setelah saya ikuti rangkaian kegiatannya, ternyata kegiatan itu sangat bermanfaat dan sangat perlu dalam kegiatan seperti Braga Festival,” imbuh Ridwan.

Tisna menambahkan,  bahwa aksi tersebut adalah sebagai bentuk pelestarian spirit orang-orang Sunda yang terdahulu, seperti Harry Roesli, Kang Ibing, dan lain-lain. (VIL)

Komentar

komentar