Home » Bandung Raya » Atap Ambruk, Seorang Pekerja Tewas

Atap Ambruk, Seorang Pekerja Tewas

foto: igading.com

foto: igading.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Seorang pegawai bangunan tewas dan seorang lainnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, akibat terjatuh dari ketinggian sekitar 12 meter, saat melakukan pembangunan rumah di Jalan Braga Nomor 29, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kamis (23/1/2014).

Seperti disampaikan Kepala Polres Kota Besar Bandung Komisaris Besar Mashudi, korban meninggal adalah Ate (25). Sedangkan, korban kritis atas nama Asep Saepulloh (22) yang kini masih mendapat perawatan. Sementara, dua pegawai lainnya, Budi dan Ujang, mengalami luka ringan.

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 dari tempat renovasi bangunan yang sehari-hari digunakan untuk menjual barang-barang mebel ini,” ujarnya di lokasi kejadian.

Pihaknya, dikatakan Mashudi, belum dapat memastikan penyebab jatuhnya atap bangunan sendiri. Ia masih menunggu hasil penyelidikan tim Indonesian Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS) Polrestabes Bandung. “Saksi ada 5 orang yang telah kita periksa, termasuk pimpinan proyek. Penyebabnya masih dalam proses penyelidikan. Dicek, apakah sesuai dengan prosedur yang ada atau tidak,” terangnya.

Berdasarkan informasi, Ate jatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu, sedangkan Asep merupakan mandor bangunan. Rosad (53), saksi mata, mengatakan, kejadian sendiri terjadi sekitar pukul 14.30. Saat itu, dirinya yang bekerja tepat di lokasi kejadian mendengar ada suara benda terjatuh. “Suaranya kencang seperti benda jatuh dari atas. Begitu dilihat ternyata atap bangunan rubuh dan ada dua orang yang terkapar di jalan karena jatuh dari atas,” tuturnya.

Dari Rosad diketahui kalau salah satu korban mengalami luka parah di bagian kepala dan mengeluarkan darah. Sementara, satu orang lainnya pingsan. “Yang satu luka parah di kepala, yang satu lagi lemes nafasnya kaya yang berat kaya luka dalam. Yang luka di kepala kayanya jatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu,” duganya.

Lebih lanjut, Rosad menuturkan, bangunan itu diperuntukkan sebagai toko mebel dan sudah berlangsung selama enam bulan terakhir. “Tapi untuk peristiwa jatuh sendiri, ini udah yang kedua kali, cuma yang pertama ga ada korban,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar