Home » Pendidikan » Heryawan Sampaikan Gagasan Dunia Pendidikan

Heryawan Sampaikan Gagasan Dunia Pendidikan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (DOK. JABARTODAY.COM)

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (DOK. JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BEKASI

Syukuran hari jadi ke-80 Perguruan Islam As-Syafi’iyah, Jumat (15/11), berlangsung sederhana. Namun, peringatan hari ulang tahun perguruan yang dirintis (alm) K.H. Abdullah Syafi’ie ini dihadiri sejumlah tokoh dan ulama nasional serta internasional. Syukuran digelar di halaman kampus Universitas Islam As-Syafi’iyah, Bekasi, dengan rangkaian sarasehan nasional dan temu alumni.

Tuty Alawiyah, pengasuh Perguruan As-Syafi’iyah yang juga putri K.H. Abdullah Syafi’ie, mengatakan, bahwa syukuran dihadiri perwakilan jejaring As-Syafi’iyah dari 10 provinsi.

 

Tampil sebagai pembicara dalam sarasehan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

 

Sementara ulama besar yang juga menyampaikan paparannya: Zakhwan Al-Halaby (Suriah), Syeikh Tohir Akil (Saudi Arabia), Syeikh Ali (Mesir), Dr. Ali Ann Suun Gun (Korea), Dr. Islam (Amerika Serikat), Dr. Elly Maliki (Saudi Arabia), dan Abdul Kareem (Sudan).

 

Acara diawali pemaparan Tuty Alawiyah seputar sejarah dan kiprah singkat As-Syafi’iyah. Dikatakan, Perguruan As-Syafi’iyah yang dirintisnya K.H. Abdullah Syaf’ie, yang lebih akrab disapa Haji Dulah, dirintis atas keprihatinan terhadap kondisi dunia pendidikan Islam saat itu.

 

Pada 1930, ulama besar tersebut mendirikan Perguruan As-Syafi’iyah yang semakin mengukuhkan perjuangan dakwah tokoh kelahiran Kampung Bali, Matraman, Jakarta, 10 Agustus 1910. Ceramah Haji Dulah juga digemakan ke seluruh pelosok negeri melalui Radio Dakwah As-Syafi’iyah sejak 1967.

 

Usai Tuty, Heryawan menyampaikan pokok gagasannya seputar dunia pendidikan dan strategi pembangunan kesejahteraan masyarakat, khususnya umat Islam. Aher menegaskan, Indonesia dapat berperan membangun peradaban dunia bila generasi muda sekarang mengenyam cukup pendidikan agama dan umum. “Generasi kita wajib menguasai pendidikan agama sekaligus ilmu umum. Dalam ungkapan lain, anak-anak bangsa harus memperoleh pendidikan imtaq (keimanan dan ketaqwaan) sekaligus iptek (ilmu pengetahun dan teknologi,” papar Gubernur.

 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menggarisbawahi posisi penting Indonesia dalam percaturan dunia karena menjadi negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. “Tapi, kita jangan sampai terus menerus hanya unggul dalam jumlah, namun tertinggal dari sisi kualitas,” ujar Din.

 

Hal senada disampaikan para pembicara luar negeri. Karenanya, dunia pendidikan wajib memperoleh prioritas perhatian. (*/rls)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.