Home » Lifestyle » Pelaku Usaha Airsoft Bisa Bernapas Lega

Pelaku Usaha Airsoft Bisa Bernapas Lega

Permainan airsoft gun. (ISTIMEWA)

Permainan airsoft gun. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Para pelaku usaha yang bergerak pada bidang airsoft gun menyambut baik kehadiran Persatuan Olahraga Airsoft Seluruh Indonesia (Porgasi). Sebabnya, dengan kehadiran organisasi tersebut, aktivitas penggunaan airsoft dapat dikontrol, terwadahi, dan aktivitas jual beli dapat terlindungi dan tidak bersifat ilegal.

Hal tersebut disampaikan salah satu pelaku usaha di bidang tersebut, Firman Dana. Selama ini ia menjual peralatan penunjang airsoft seperti green gas, asesoris, dan suku cadang airsoft. “Dengan terwadahinya aktivitas airsoft, saya berharap berbagai kiriman produk tidak lagi sering tertahan di pelabuhan karena faktor statusnya yang belum jelas,” ujarnya di Bandung, Senin (9/12).

 

Ia menjelaskan, kendati yang dijualnya bukan merupakan unit airsoft secara utuh, tapi kejelasan status mengenai aktivitas tersebut memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap penjualan produk-produk miliknya.

 

“Setelah Porgasi didirikan, termasuk didirikannya Porgasi Jabar, maka para penyuka airsoft atau yang berminat dapat menggabungkan dirinya pada organisasi tersebut. Sebelumnya, kadang para pelaku aktivitas airsoft dihantui ketakutan dirazia oleh pihak berwenang karena belum jelasnya status airsoft yang mereka miliki,” jelas Firman.

 

Pelaku usaha lainnya yang menjual aksesoris airsoft seperti rompi dan tas, Ihsan Alqadar, menambahkan, kehadiran Porgasi juga diharapkan dapat menjaring para peminat baru yang sebelumnya enggan mengenal aktivitas airsoft. Sebab, keengganan tersebut bisa saja muncul karena selama ini status produk airsoft dan penggunaannya belum jelas dan cenderung ilegal.

 

Salah satu anggota Porgasi Jabar, Andri, mengatakan, selama ini jual beli airsoft terbilang sulit. Pertama, tidak di setiap kota terdapat unit airsoft yang sesuai dengan keinginan konsumen. Kedua, tidak semua usaha kargo mau melayani pelayanan pengiriman unit airsoft karena statusnya yang belum jelas. Terakhir, ketika konsumen sudah mendapatkan unit pun, masih dihantui oleh penangkapan atau razia.

“Padahal, yang mesti dipahami adalah, unit airsoft itu merupakan mainan dan bukan merupakan senjata atau alat bela diri. Di samping itu, ada aturan tegas yang mesti ditaati oleh para pemilik unit airsoft, baik ketika membawa unit juga ketika menggunakan unit tersebut. Pada umumnya, para pemilik airsoft telah memahami aturan tersebut,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar