Home » Hukum » Mantan Wakil Ketua PN Bandung Divonis 12 Tahun Penjara

Mantan Wakil Ketua PN Bandung Divonis 12 Tahun Penjara

Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono berdiskusi dengan penasehat hukumnya di Ruang Sidang I PN Bandung, Selasa (17/12). Setyabudi divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono berdiskusi dengan penasehat hukumnya di Ruang Sidang I PN Bandung, Selasa (17/12). Setyabudi divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Meski divonis cukup tinggi, mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono terlihat tenang. Dalam sidang yang digelar di Ruang Sidang I PN Bandung, Selasa (17/12), majelis hakim memutus Setyabudi dengan hukuman penjara 12 tahun karena terbukti menerima suap terkait pengurusan perkara Dana Bantuan Sosial Kota Bandung.

Majelis hakim yang dipimpin langsung Ketua PN Bandung Nur Hakim, menganggap Setyabudi melanggar tindak pidana yang diatur dalam Pasal 12 huruf c, Pasal 6 ayat (1) huruf a, dan Pasal 12 huruf a UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang ada dalam dakwaan primer kesatu, kedua, dan ketiga.

“Menjatuhi pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp 200 juta yang bila tidak dibayar diganti kurungan penjara selama 3 bulan,” ucap Nur Hakim dalam amar putusannya.

Hal yang memberatkan menurut majelis, tidak menjalankan kode etik hakim dan tidak turut serta program Mahkamah Agung dalam memperbaiki citra lembaga peradilan. Kasus ini diharapkan majelis menjadi pelajaran ke depannya agar tidak terulang kembali.

Vonis ini sendiri lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebesar 16 tahun penjara. Meski begitu, Setyabudi tampak tenang terlihat dari raut mukanya yang tidak menunjukkan penyesalan. Atas putusan tersebut, baik Setyabudi dan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi, mengajukan pikir-pikir.

Usai sidang, Setyabudi langsung digiring melalui pintu masuk hakim atau jalan belakang oleh petugas KPK dan kepolisian. Secara cepat, dirinya dimasukkan ke mobil tahanan dan dilarikan ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut dari sang mantan hakim, meski awak media menggelontor dirinya dengan pertanyaan terkait vonis tersebut.

Sidang sendiri diwarnai oleh unjuk rasa dari Gerakan Ganyang Mafia Hukum. Dalam rilisnya, mereka menyebut, perbuatan para terdakwa tersebut telah mencederai lembaga peradilan yang agung. Mereka juga meminta agar Setyabudi dihukum mati. Selama sidang, massa yang dihadiri Dedi Sugarda, pelaku pembacok Jaksa Sistoyo, berteriak-teriak meminta agar koruptor dihukum seberat-beratnya. Bahkan melempar telur busuk ke dalam Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung.

Setyabudi, Toto, Asep, dan Herry, didakwa oleh KPK terkait kasus suap atas putusan terhadap para tersangka Dana Bansos Kota Bandung. Herry sendiri hanya mengeluarkan uang karena diperintah Dada Rosada dan mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi. Uang itu diberikan kepada Setyabudi sebagai balas budi atas putusan juga pengurusan perkara di tingkat banding.

Toto dan Asep ditangkap usai Setyabudi diciduk di ruang kerjanya karena tertangkap tangan menerima uang dari Asep Triana pada Maret 2013. (VIL)

Komentar

komentar