Home » Bandung Raya » Penusuk Polisi Mengalami Ketidakstabilan Emosi

Penusuk Polisi Mengalami Ketidakstabilan Emosi

Pelaku penusukan 3 anggota Polsek Bandung Kulon. Sehari-hari dirinya berprofesi sebagai pemasok makanan ringan. (DOK: JABARTODAY)

Pelaku penusukan 3 anggota Polsek Bandung Kulon. Sehari-hari dirinya berprofesi sebagai pemasok makanan ringan. (DOK: JABARTODAY)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Tersangka penusuk tiga anggota Unit Lalu Lintas Kepolisian Sektor Kota Bandung Kulon, Holil (46), terancam hukuman lima tahun penjara. Ia dijerat Pasal 351 KUHP  tentang Penganiayaan jo. UU Darurat No 12/1951 sub Pasal 53 jo. Pasal 340 KUHP.  Hal itu disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Besar Bandung Ajun Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko.

Truno menjelaskan, penetapan pasal sendiri dilakukan setelah pihaknya mendapat keterangan dari pihak rumah sakit bahwa Holil menderita ketidakstabilan emosi, namun tidak ditemukan indikasi gangguan jiwa. “Tersangka masih ngerti uang, bahkan punya istri lebih dari satu. Dia juga pernah punya cicilan motor dan sudah lunas. Selain itu, dia bisa nafkahin anaknya dan mempunyai pekerjaan,” paparnya di Mapolrestabes Bandung, Selasa (10/12).

Kondisi Holil sendiri, diutarakan Truno, sementara masih dalam pembantaran atau penundaan penahanan sementara, karena masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih. “Setelah selesai dan sehat, maka akan mulai kita tahan,” ucapnya.

Seperti diberitakan, pada Sabtu (30/11), sekitar pukul 11.00 di Jalan Cigondewah Rahayu, Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, 3 anggota polisi yang sedang melakukan Operasi Zebra Lodaya 2013 ditusuk oleh Holil. Aksi Holil sendiri berhasil dihentikan dengan menembak kaki pria yang berprofesi sebagai pemasok makanan ringan itu.

Ketiga polisi yang menjadi korban adalah Ajun Inspektur Satu Endang Pirtana, Panit Patroli Polsek Bandung Kulon yang mengalami luka sayatan di paha sebelah kanan. Lalu, Brigadir Asep Abdullah, anggota Unit Lantas Polsek Bandung Kulon dengan luka sayatan pada leher. Dan Brigadir Toni Murdani, anggota Patroli Polsek Bandung Kulon dengan luka sayatan di paha sebelah kanan.

Briptu Asep harus menjalani operasi di RS Rajawali karena mengalami luka cukup serius di bagian leher kanan sepanjang 5 cm dan leher sebelah kiri 8 cm dengan kedalaman sekitar 3 cm. (VIL)

Komentar

komentar