Home » Hukum » Penjelasan Polisi Tentang Kondisi Sri Erna Yang Setengah Bugil

Penjelasan Polisi Tentang Kondisi Sri Erna Yang Setengah Bugil

pembunuhanJABARTODAY.COM – BANDUNG

Polisi menyimpulkan Sri Erna (47) menjadi korban pencurian disertai kekerasan yang mengakibatkan kematian. Saat ditemukan tewas di kamar mandi rumah, kondisi ibu rumah tangga tersebut setengah telanjang.

Semula timbul kecurigaan kalau korban yang tanpa celana itu diperkosa pelaku, Pian Sopian (33). Namun, pihak kepolisian menampik dan menegaskan tersangka tidak melakukan tindakan asusila.

“Hasil visum, tidak ditemukan ke arah sana (pemerkosaan). Kasus ini murni pencurian. Tidak ada motif dendam,” ujar Kepala Polres Kota Besar Bandung, Komisaris Besar Sutarno, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (4/10).

Jasad Sri Erna divisum dan diautopsi di RS Sartika Asih. Luka di bagian kepala korban disebabkan hantaman benda tumpul. “Tersangka memukul kepala korban menggunakan balok,” sambung Sutarno.

Soal korban yang ditemukan dalam kondisi setengah bugil, Sutarno memiliki jawabannya. “Korban saat kejadian berada di kamar tidur. Nah, pintu kamar posisinya terbuka sedikit. Waktu korban berada di depan cermin untuk ganti baju, tiba-tiba dari cermin itu terlihat sekelebat orang lewat menuju pintu depan,” urainya.

Pian memang sudah menyelinap masuk ke rumah korban sejak pagi buta. Spontan korban berteriak maling mengetahui ada orang di luar kamar. Pian pun terpergok aksinya. Karena panik, pelaku merangsek masuk ke kamar korban dan langsung menghabisi wanita paruh baya tersebut.

Pria tanpa pekerjaan tersebut berhasil mencuri 4 laptop, 4 telepon genggam, sepasang sepatu, tas, dan satu unit sepeda motor milik korban. Kemudian, dia kabur ke daerah Limbangan, Kabupaten Garut. “Di Limbangan, tersangka menjual motor dan dua telepon genggam. Setelah itu, tersangka pulang ke Bekasi,” ungkap Sutarno.

Pada Kamis (3/10) pagi, sejumlah anggota Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung sukses meringkus Pian di Bekasi. Pian diboyong ke Mapolrestabes Bandung beserta barang bukti hasil curian. “Kami masih mencari barang bukti satu motor dan dua telepon genggam yang sempat dijual tersangka,” tandas Sutarno. (VIL)

Komentar

komentar