Home » Headline » Ini Alasan Dada Rosada Kasih Uang ke Setyabudi

Ini Alasan Dada Rosada Kasih Uang ke Setyabudi

Manatan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, usai memberikan kesaksian di perkara suap hakim Dana Bantuan Sosial Kota Bandung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (3/10). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Manatan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, usai memberikan kesaksian di perkara suap hakim Dana Bantuan Sosial Kota Bandung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (3/10). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Perhatian kepada bawahan menjadi alasan bagi mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada memberikan sejumlah uang kepada mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono melalui Toto Hutagalung. Hal itu terungkap jelas dalam sidang perkara suap Dana Bantuan Sosial Kota Bandung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (3/10).

Uang berjumlah kurang lebih Rp 5 miliar hasil patungan dan pinjaman kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Bandung dimaksudkan untuk mengganti kerugian negara yang diakibatkan oleh perbuatan 7 terdakwa penyelewengan dana bansos Kota Bandung. “Ada permintaan dari penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk mengganti kerugian negara untuk meringankan hukuman ketujuh terdakwa,” ujar Dada saat memberikan kesaksiannya di Ruang I PN Bandung.

Saat hakim anggota, Barita Lumban, bertanya ada kepentingan apa sampai Dada mau membayarkan kerugian negara yang dilakukan bawahannya tersebut, dirinya hanya terdiam. “Kepentingannya apa sampai saudara mau membayar kerugian negara? Apa saudara makan uang tersebut?” tanya Barita. “Tidak. Hanya bentuk perhatian atasan ke bawahan,” jawab Dada.

Terkait kerugian negara sebesar Rp 9.440.225.000, Dada mengaku mengetahui itu dari Edi Siswadi, mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung. Ia menegaskan tidak ada duit dari Anggaran Perencanaan Belanja Daerah Kota Bandung, namun berasal dari hasil patungan para kepala SKPD, Edi, serta pinjaman pihak ketiga. “Pernah kumpul di rumah saya, dan kita jelaskan kepada para SKPD tentang kerugian negara ini. Tapi, para SKPD tidak ada yang menanggapi,” tuturnya.

Dada menyebut, ia bingung dan stres, karena Setyabudi selalu meminta uang untuk pengurusan perkara bansos di tingkat banding melalui Toto. Meski begitu, ia tidak bisa menolak dan memberikan sejumlah uang kepada Toto untuk hakim tersebut. Untuk penangguhan penahanan para terdakwa bansos, Setyabudi juga meminta uang. Yang saya selalu tanyakan gimana caranya, karena dari APBD tidak mungkin. Saya bicara kepada Toto, kok jadi bulan-bulanan gini? Saya malah bingung,” terangnya.

Dada mengungkap, bahwa penyerahan uang selalu melalui satu pintu, yakni dirinya, Edi, dan Toto, tidak ada yang lain. Urusan uang yang diberikan kepada Toto sampai kepada Setyabudi, dirinya mengaku tidak tahu menahu. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.