Home » Ekonomi » BJB Bagikan Dividen 55 Persen

BJB Bagikan Dividen 55 Persen

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ditemani Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro menyalami para direksi usai menghadiri Raker BJB, Jumat (25/1).

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ditemani Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro menyalami para direksi usai menghadiri Raker BJB. (DOK)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pembagian dividen (keuntungan) merupakan salah satu kewajiban sebuah perusahaan terbuka setiap tahunnya. Hal itu pun dilakukan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk atau bank bjb, yang melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2013 di Hotel Hilton, Jalan HOS Cokroaminoto Bandung, Rabu (26/3).

 

Dalam RUPS tersebut, jajaran direksi bank bjb bersepakat dengan para pemegang saham mengenai pembagian dividen Tahun Buku 2013. “Tahun lalu, kami meraup net profit senilai Rp 1,37 triliun atau lebih tinggi 15,3 persen daripada realisasi 2012,” ujar Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro.

Bien meneruskan, berdasarkan kesepakatan, pihaknya membagikan dividen Tahun Buku 2013 sebesar 55 persen kepada para pemegang saham atau sekitar Rp 700 miliar. Sisanya, jelas dia, sebesar 45 persen, ujar dia, adalah untuk penambahan modal.

 

Bien menyatakan, adanya penambahan modal sebesar 45 persen tersebut memperkuat rasio kecukupan modal (CAR-Capital Adequated Ratio) lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten itu. Karenanya, tegas dia, pihaknya tidak berencana melakukan right issues (penambahan modal melalui penjualan saham kepada publik).

 

Berkenaan dengan saham, Bien mengutarakan, pihaknya memasukkan saham seri B pada KSEI. Hal itu, jelasnya, untuk memudahkan para pemegang saham mengetahui perkembangan saham. “Rencananya, kami segera memasukkan saham Seri A (saham pemerintah daerah) dalam KSEI. Tujuannya sama seperti Seri B,” ungkapnya.

 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan, pihaknya ingin bank bjb terus meningkatkan performa bisnisnya. Memang, kata Aher, sapaan akrabnya, untuk kelas bank daerah, kinerja bank bjb yang terbaik.  “Itu karena menjadi satu-satunya bank daerah yang masuk Buku III. Tapi, kami tetap ingin kinerjanya (bank bjb) lebih baik lagi pada tahun-tahun mendatang,” tutup Aher. (ADR)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.