Home » Ekonomi » BJB Siap Terbitkan Obligasi Berkelanjutan

BJB Siap Terbitkan Obligasi Berkelanjutan

Bank BJB

Bank BJB

JABARTODAY.COM  – BANDUNG

Demi meningkatkan kinerja dan performa bisnis, penyusunan rencana menjadi sebuah hal yang penting. Langkah itu pun dilakukan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk atau bank bjb pada tahun ini.

 

“Benar. Kami menyusun RBB (Rencana Bisnis Bank) 2014,” aku Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2013 di Hotel Hilton, Jalan HOS Cokroaminoto Bandung, Rabu (26/3).

 

Salah satu rencananya, ungkap Bien, lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan. Rencananya, sambung Bien, penerbitan obligasi berkelanjutan itu nilainya Rp 2,5 triliun. Jika tidak ada kendala, tukasnya, penerbitannya berlangsung pada semester I tahun ini.

 

Dalam RBB, ujar Bien, pihaknya, yang sudah memasuki Buku III, artinya, dapat keleluasan mengoperasikan kantor di seluruh wilayah Indonesia dan Asia, juga berencana membuka jaringan hingga kecamatan, bahkan perdesaan. Namun, ujarnya, bentuk kantor itu berupa branchless banking, yang sifatnya jemput bola.

 

“Jika branchless banking, kami siap. Satu di antaranya, kami menyiapkan 3 ribu unit mesin EDC. Itu untuk memudahkan transaksi, baik penyimpanan dana, termasuk pembayaran listrik, dan sebagainya,” timpal Direktur Konsumer bank bjb, Arie Yulianto.

 

Untuk merealisasikannya, kata Arie, pihaknya menunggu putusan Bank Indonesia (BI). Selain itu, lanjut Arie, pihaknya pun tinggal mencari mitra untuk mengoperasikan sistem tersebut. “Tidak tertutup kemungkinan, apabila skema itu bergulir, kami dapat meng-cover perdesaan,” seru Arie.

 

Namun, Bien meneruskan, dalam RBB 2014, pihaknya tidak berencana untuk menambah jaringan di luar Jabar-Banten. Rencana bisnis tahun ini, tegas dia, fokusnya menggarap Jabar-Banten secara lebih optimal. “Jaringan hingga kecamatan itu pun, jika terealisasi, untuk saat ini, di Jabar-Banten,” imbuh Bien.

 

Selain itu, meski memasuki Buku III, Bien menambahkan, pihaknya pun belum berencana untuk membuka kantor atau jaringan di negara Asia. Pasalnya, kilah dia, ada beberapa hal yang harus mendapat pengkajian dan pembahasan lebih matang. Misalnya, jelas dia, mengenai biaya operasional, investasi, dan lainnya.

 

“Karenanya, untuk saat ini, kami menggenjot remittance. Sejauh ini, kami membuka akses remittance dari Taiwan dan Hongkong. Berikutnya, kami siap membuka akses dengan Timur Tengah,” tutup Bien. (ADR)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.