Home » Ekonomi » Heryawan Minta Petani Tidak Jual Sawah

Heryawan Minta Petani Tidak Jual Sawah

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

JABARTODAY.COM – SUKABUMI

Masyarakat petani, ternyata, lebih membutuhkan pendampingan intensif para penyuluh daripada bantuan subsidi pupuk dan sarana produksi atau semacamnya. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

“Saya pernah bertanya ke para petani, lebih penting mana pupuk, bibit unggul, atau para penyuluh? Petani berkata, lebih penting penyuluh,” ujar Heryawan, di acara diskusi terbuka dengan penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan di Salabintana, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/2/2014).

 

Heryawan mengemukakan hal tersebut untuk menegaskan kembali posisi vital penyuluh bagi para petani. Karenanya, ia meminta para penyuluh perlu terus menerus membangun semangat karena perannya sangat sentral dalam kemajuan sektor pertanian.

 

Dalam dialog dengan 1000 penyuluh, selain memotivasi, Heryawan juga membekali penyuluh dengan sejumlah kebijakan dasar pertanian di Jawa Barat.

 

Dikatakan, sebagian besar petani di Jawa Barat melakukan budidaya di lahan basah berupa persawahan, sebab sumber air cukup dan masih terjaga kualitasnya.

 

“Masalahnya, ada yang memaksakan diri menanam padi. Mari kita imbau petani agar tidak memaksakan tanam padi di lahan yang tidak cocok untuk sawah. Kalau bukan lahan basah, cukup tanami hoktikultura karena hasilnya pasti lebih besar,” papar Aher.

 

Selain topik teknis pertanian, Gubernur yang tengah kuliah di Institut Pertanian Bogor menggarisbawahi permintaan khusus, yang tidak berhubungan langsung dengan soal budidaya, kepada para penyuluh.

 

Heryawan memohon secara khusus kepada penyuluh mengedukasi petani agar tidak menjual lahannya untuk keperluan non-pertanian. Hal ini penting untuk meminimalkan alih fungsi lahan pertanian, dan menjaga aset para petani. “Jika petani menjual lahannya untuk modal ke kota, dan ternyata usahanya tidak berhasil, mereka tidak memiliki lahan lagi bila akhirnya terpaksa kembali ke desa,” jelasnya.

 

Kepada segenap penyuluh pertanian se-Jabar, Aher mengajak untuk mempertahankan peran sentral provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional. “Tanpa para penyuluh pertanian, posisi Jawa Barat sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional sulit dipertahankan. Karenanya, para penyuluh adalah pahlawan-pahlawan pangan,” tegas Aher. (AVD)

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.