Home » Ekonomi » Jutaan Peserta Jamkesda Belum Daftar BPS Kesehatan

Jutaan Peserta Jamkesda Belum Daftar BPS Kesehatan

Logo BPJS KESEHATAN centerJABARTODAY.COM – BANDUNG
Untuk meningkatkan kesejahteraan, kesehatan menjadi salah satu unsur penting. Namun, hingga kini, kesehatan, terutama, bagi kalangan masyarakat yang kurang mampu, masih menjadi sebuah permasalahan yang belum tertanggulangi secara optimal.
 
Karenanya, pemerintah, mulai level pusat hingga provinsi dan kabupaten/kota, menggulirkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Seiring dengan lahirnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 1 Januari 2014, seluruh lapisan masyarakat wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan, meskipun terdaftar sebagai peserta Jamkesda atau Jamkesmas.
 
Di Jawa Barat, ternyata, jutaan peserta Jamkesda belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. “Baru tiga kota-kabupaten yang sudah daftar. Itu pun hanya satu daerah, yaitu Kabupaten Bogor, yang sudah mendaftarkan peserta Jamkesda-nya kepada kami secara lengkap,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kantor Wilayah Jabar, Aris, di Bandung, Jumat (10/1/2014).
 
Dijelaskan, kelengkapan kepesertaan Jamkesda Kabupaten Bogor, yang jumlahnya 360 ribu jiwa, sebagai peserta BPJS Kesehatan yaitu adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sedangkan dua daerah lainnya, yang sudah mendaftar tetapi belum lengkap NIK-nya, yaitu Kota Bandung dan Kota Cimahi.
 
Untuk Kota Bandung, lanjut pria asal Yogyakarta tersebut, jumlah peserta Jamkesda sekitar 300 ribu. Akan tetapi, Aris menyatakan, pihaknya masih mendata berapa jumlah peserta Jamkesda Kota Bandung yang sudah dilengkapi NIK.
 
Sedangkan Kota Cimahi, sambungnya, jumlah peserta Jamkesda sekitar 26 ribu jiwa. Sejauh ini, kata Aris, jumlah peserta Jamkesda Kota Cimahi yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan dilengkapi NIK sekitar 4 ribu jiwa. “Kami targetkan, akhir Januari ini, kelengkapan NIK peserta Jamkesda Kota Bandung dan Cimahi terselesaikan,” ucap dia.
 
Berbicara tentang pengalihan data dari PT Jamsostek atau kini bernama BPJS Ketenagakerjaan, Aris menegaskan, hal itu sudah mencapai 100 persen. Namun, tuturnya, secara keseluruhan, pengalihan data belum 100 persen. Itu karena, terang dia, ada pengalihan dari PT ASABRI bagi para pensiunan dan anggota TNI-Polri.
 
Mengenai kesiapan infrastruktur, semisal fasilitas kesehatan, Aris mengklaim seluruhnya siap. Pasalnya, terang dia, pihaknya memaksimalkan fasilitas kesehatan yang sebelumnya bekerja sama dengan PT Jamsostek untuk program Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK). “Kami siap memberikan pelayanan kesehatan yang minimalnya sama dengan apa yang selama ini dikelola PT Jamsostek,” cetus dia.
 
Di Jabar, ungkap dia, pihaknya menjalin kerjasama dengan 1.894 fasilitas pemberi kesehatan, yang antara lain berupa klinik, puskesmas, dokter, balai pengobatan, termasuk rumah sakit, baik negeri, maupun swasta. “Idealnya, mencapai 3.000-5.000 fasilitas kesehatan. Secara perlahan, kami terus menambah jumlah dan pelayanan fasilitas,” sahut dia.
 
Soal jaringan, Aris menyatakan, untuk tahun ini, pihaknya belum berencana melakukan penambahan. Saat ini, sebut dia, jumlah kantor dan jaringan BPJS Kesehatan di Jabar sebanyak 21 unit. Terdiri atas 9 kantor cabang dan 12 kantor operasional. “Itu semua tersebar di 27 kota-kabupaten Jabar,” tutup Aris. (VIL)

Komentar

komentar