Home » Bandung Raya » Premi BPJS Kesehatan Beratkan Masyarakat

Premi BPJS Kesehatan Beratkan Masyarakat

Logo BPJS KESEHATAN centerJABARTODAY.COM – BANDUNG
Pada 1 Januari 2014, PT Askes resmi bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Seiring dengan hal itu, Kantor Askes Cabang  Bandung yang berlokasi di Jalan Pelajar Pejuang 45, diserbu masyarakat.

 

Pantauan menunjukkan, jumlah masyarakat yang datang ke lembaga yang kini resmi berwajah BPJS Kesehatan itu membeludak. Mereka memadati area kantor tersebut. Antrean panjang pun terjadi karena banyak masyarakat yang ingin mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan.

 

Maman Sudarman, warga Maleer Bandung, mengaku, sengaja datang ke kantor BPJS Kesehatan itu untuk menjadi peserta. Namun, banyaknya pendaftar, membuat pria berusia 56 tahun itu mengurungkan niatnya. Maman menyatakan, kedatangannya memang untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan secara individu untuk pelayanan kelas 2. Alasannya, jelas dia, kesehatan sudah menjadi kebutuhan.

 

Maman menilai premi untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan tergolong mahal. Disebutkan, untuk menjadi peserta program kelas III, preminya Rp 25.500 per orang  setiap bulannya. Jika mendaftarkan isteri dan 3 anaknya, berarti, preminya Rp 127.500 per bulan atau Rp 1.530.000 per tahun.

 

Sedangkan tarif premi kelas II, sambungnya, Rp 42.500 per orang setiap bulannya. Jika untuk lima orang, yaitu isteri dan 3 anaknya, berarti, pembayaran preminya senilai Rp 212.500 per bulan atau Rp 2.550.000 per tahun. Sementara kelas I, lebih mahal lagi, yaitu Rp 59.500 per orang setiap bulannya. Karenanya, Maman berharap, pemerintah atau yang berkenaan dengan masalah ini, melakukan pengkajian ulang nilai tarifnya.

Di tempat sama,Kepala Pemasaran dan Kepesertaan BPJS Divisi Regional 5 Jabar Cecep Suhendar mengatakan, tidak heran melihat panjangnya antrian tersebut, apalagi mengingat ini hari pertama pendaftaran. “Kita sudah  siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahkan sejak H-7 pun kita sudah siapkan sistem untuk pelayanan,” ucapnya.

Dia menyebut, saat ini  untuk wilayah Jabar sendiri sudah teregistrasi sekitar 42% penduduk di BPJS Kesehatan atau 18 juta jiwa. “Sekitar 1,1 juta orang peserta Jamsostek yang dialihkan ke BPJS Kesehatan.Masih banyak perusahaan yang belum melakukan registrasi ulang untuk kepesertaan BPJS Kesehatan. Dari sekitar 3000 perusahaan yang dialihkan Jamsostek ke BPJS kesehatan hanya sekitar 250 perusahaan yang sudah daftar registrasi ulang,” terangnya. (VIL)

Komentar

komentar