Home » Ekonomi » BJB Genjot Dana Simpanan di 2014

BJB Genjot Dana Simpanan di 2014

Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro.

Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Perkembangan ekonomi global yang terjadi selama beberapa bulan terakhir tahun ini, berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional. Karenanya, untuk mengendalikannya, Bank Indonesia menerbitkan sejumlah kebijakan dan anjuran kepada lembaga-lembaga perbankan.

Menyimak kondisi tersebut, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar atau bank bjb menyiapkan strategi agar kinerja dan performa bisnisnya tetap positif pada tahun depan. Satu diantaranya, menggenjot dana simpanan. “Benar. Dana simpanan,  utamanya, tabungan, tahun depan menjadi salah satu fokus kami,” ujar Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro, akhir pekan kemarin.

Bien menyatakan, pihaknya fokus menggenjot dana simpanan, khususnya, tabungan, karena pencapaian hingga November 2013 sudah melampaui target awal tahun. “Target awal kami tahun ini, tabungan mencapai Rp 10 triliun. Realisasinya, hingga November 2013 mencapai Rp 10,16 triliun,” sambung Bien.

Melihat kondisi itu, untuk tabungan, tahun depan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan yang signifikan. Proyeksinya, cetus Bien, tabungan mengalami pertumbuhan 50%. Harapannya, nilai tabungan pada 2014 mencapai angka Rp 15 triliun.

Tumbuh positifnya tabungan itu, imbuh dia, terlihat pada jumlah nomor rekening para nasabahnya. Saat ini, bank bjb mencatat ada sekitar 5 juta nomor rekening. Sebelumnya, tukas Bien, sebanyak 1,5 juta nomor rekening.

Terlampauinya target pencapaian tabungan tersebut, jelas Bien, karena pihaknya melakukan berbagai langkah. Antara lain, menggulirkan program tabungan pendidikan, My First. Tabungan yang sifatnya jangka panjang tersebut, jelasnya, berkontribusi pada pertumbuhan dana simpanan tabungan sebesar 20 persen.

Berbicara tentang dana pihak ketiga (DPK), Bien menyebutkan, secara total, hingga November 2013, angkanya mencapai sekitar Rp 52 triliun. Itu terdiri atas, jelasnya, program tabungan senilai total Rp 10,16 triliun. Lalu, tambahnya, giro sejumlah Rp 15 triliun. “Sisanya, deposito,” singkatnya.

Mengenai rencana pengembangan jaringan, seperti penambahan kantor, Bien menegaskan, tahun depan, pihaknya hanya berencana menambah kantor kas. Untuk kantor cabang, sahutnya, pihaknya sedikit menahan. “Opsi kami memaksmalkan jaringan atau kantor-kantor cabang yang sudah ada dan tersebar di 14 provinsi,” terangnya.

Hal lain yang menjadi dasar pihaknya menahan penambahan kantor, diungkap Bien, karena kondisi ekonomi makro. Menurutnya, kondisi ekonomi makro pada 2014 masih cukup berat. “Jadi, bukan waktu yang tepat untuk melakukan ekspansi seperti yang kami lakukan tahun-tahun sebelumnya,” tutup Bien. (VIL)

Komentar

komentar