Home » Ekonomi » Kurangi Defisit, Pemerintah Akan Terbitkan Stimulus Ekspor

Kurangi Defisit, Pemerintah Akan Terbitkan Stimulus Ekspor

Menteri Perindustrian RI M.S. Hidayat menjelaskan soal perkembangan industri di Jawa Barat dalam seminar  "Akselerasi Pembangunan Ekonomi Provinsi Jawa Barat" yang diselenggarakan oleh Forum Ekonomi Jawa Barat di Grand Pasundan Hotel, Jumat (29/11). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Menteri Perindustrian RI M.S. Hidayat menjelaskan soal perkembangan industri di Jawa Barat dalam seminar “Akselerasi Pembangunan Ekonomi Provinsi Jawa Barat” yang diselenggarakan oleh Forum Ekonomi Jawa Barat di Grand Pasundan Hotel, Jumat (29/11). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pemerintah segera menerbitkan stimulus ekspor untuk mengurangi defisit transaksi berjalan serta menahan laju impor. Rencana tersebut berkaca pada defisit neraca perdagangan Indonesia yang terus memburuk.

Stimulus ekspor diharapkan meningkatkan perdagangan dalam negeri di tengah depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat  menjadi Rp 11.800/USD.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian RI M.S. Hidayat dalam seminar “Akselerasi Pembangunan Ekonomi Provinsi Jawa Barat” yang diselenggarakan oleh Forum Ekonomi Jawa Barat di Grand Pasundan Hotel, Jumat (29/11).

“Tingginya defisit berjalan tak lepas dari depresiasi rupiah terhadap dollar AS. Upaya kongkrit menekan defisit, yaitu impor harus ditahan,” tegas Hidayat.

Dituturkannya, saat ini kabinet bidang perekonomian sedang fokus membuat peraturan baik setingkat Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) atau Peraturan Pemerintah (PP) untuk mendorong ekspor dan mengurangi impor. Tingginya impor dinilai kurang menguntungkan Indonesia di tengah pelemahan rupiah.

“Kami akan segera keluarkan aturan seperti Permenkeu yang menetapkan kenaikan pajak impor. Khususnya untuk barang-barang konsumsi. Namun ini kebijakan sementara untuk meredam defisit transaksi berjalan karena tingginya impor,” ungkap Hidayat.

Stimulus kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah, merupakan satu paket kebijakan ekonomi menghadapi kondisi ekonomi yang belum stabil. Paket kebijakan itu diantaranya memberikan insentif kepada eksportir. Misalnya eksportir yang untung dan menggunakan keuntungannya untuk berinvestasi di dalam negeri, tidak dibawa keluar negeri akan mendapatkan insentif dan jaminan keamanan dari pemerintah.

Pemerintah, disebut Hidayat, juga akan mengatur stimulus lainnya secara mendetil. Dalam waktu dekat, aturan tersebut akan segera diterbitkan. “Tunggu minggu depan, belum bisa disampaikan sekarang sebab PP-nya belum keluar,” imbuh dia.

Hidayat mengatakan, sejumlah stimulus kebijakan mesti diterbitkan menghadapi kondisi perekonomian yang diprediksi akan semakin melambat. Terutama, pasca Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 7,5%. Menurut dia, ke depan tingkat suku bunga akan naik dan perbankan akan melakukan sejumlah revisi terkait pinjaman atau kredit.

Hidayat memperkirakan, akan terjadi perlambatan laju perekonomian. Di sisi lainnya, perlambatan ekonomi akan menekan industri. Pada gilirannya akan terjadi kemungkinan pemutusan hubungan kerja massal yang otomatis membuat pengangguran semakin banyak. “Itu yang sedang kita cegah,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar