Home » Ekonomi » Perbankan Belum Berpihak, Kredit UMKM Rendah

Perbankan Belum Berpihak, Kredit UMKM Rendah

Kadin JabarJABARTODAY.COM – BANDUNG

Sejauh ini, banyak kalangan, yang menyatakan, bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan unsur penting dalam menumbuhkan roda ekonomi. Namun, faktanya, para pelaku sektor itu masih mendapat hambatan.

         
Satu diantaranya, dalam hal likuiditas kredit perbankan. Ironisnya, dunia perbankan merupakan salah satu stake holder yang menilai UMKM adalah pasar potensial. Itu terlihat pada banyaknya program kredit bagi para pelaku UMKM.“Total kredit perbankan di Jabar pada triwulan III tahun ini, sekitar Rp 236,6 triliun. Tapi, kredit bagi para pelaku UMKM, utamanya, level mikro dan kecil, masih rendah. Itu masih sangat belum sesuai harapan.Artinya, perbankan belum memiliki keberpihakan kepada sektor usaha mikro dan kecil,” ujar Wakil Ketua Bidang Kemitraan dan UMKM Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat, Iwan Gunawan, Senin (25/11).
         
Iwan menyatakan, apabila perbankan, yang selama ini, menjadikan pelaku UMKM sebagai pangsa pasar mereka, benar-benar punya  komitmen tinggi untuk mendorong sektor itu, tentunya, nilai kredit lebih besar. Agar ada keberpihakan, Iwan menilai, idealnya, lembaga perbankan pemerintah, baik BUMN maupun BUMD menjadikan sektor UMKM sebagai prioritas penyaluran kredit.

Akan tetapi, Iwan berpendapat, sejauh ini, perbankan cenderung mengejar nilai kredit. Itu membuat tidak sedikit lembaga perbankan, imbuh dia, yang membidik debitur besar. Padahal, kredit bagi pelaku UMKM berdampak besar pada roda ekonomi.

Sebagai contoh, ucapnya, dalam hal penyerapan tenaga kerja. Sektor UMKM, ucap Iwan, mampu menyerap sekitar 16 juta tenaga kerja. Asumsinya, jelas alumnus Unpad ini, sekitar 8,3 juta pelaku UMKM di Jabar memiliki dua orang tenaga kerja.

 

Sementara itu, data Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah VI Jabar-Banten menunjukkan, pada Triwulan III tahun ini, di Jabar, nilai penyaluran kredit bagi para pelaku UMKM, masih tergolong positif. Pada periode tersebut, perbankan di Jabar menyalurkan kredit UMKM bernilai Rp 63,7 triliun atau menyerap 26,9% total kredit perbankan di tatar Pasundan.

“Sedangkan kredit bagi skala menengah, nilainya Rp 28,1 triliun. Lalu, untuk skala besar, nilai kredit perbankan di Jabar mencapai Rp 172,9 triliun,” kata Kepala BI Kantor Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae dalam rilis Kajian Ekonomi Regional (KER) triwulan III/2013. (VIL)

Komentar

komentar