Home » Ekonomi » Pensiunan dan UMKM Dibidik BTPN

Pensiunan dan UMKM Dibidik BTPN

btpnJABARTODAY.COM – BANDUNG

Ternyata, bagi beberapa lembaga perbankan, kalangan pensiunan merupakan pasar potensial untuk pengembangan bisnisnya. Buktinya, selain para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk. menjadikan kalangan pensiunan, termasuk kalangan pra-sejahtera produktif, sebagai target pasarnya.

Lembaga perbankan tersebut menjadikan kalangan itu sebagai segmen mass market. “Kami beranggapan bahwa segmen-segmen tersebut memiliki potensi bisnis yang besar,” ujar Regional Business Leader-Regional 2 PT BTPN Sinaya, Dwi Handoko Putro, di Bandung, Rabu (6/11).

 

Untuk memaksimalkan potensi mass market tersebut, sambung Handoko, pihaknya menggulirkan sejumlah rancangan. Diantaranya, melalui program Daya. Pada program ini, jelasnya, btpn memberdayakan dan mengoptimalkan segmen mass market. “Itu kami lakukan secara terukur dan berkesinambungan,” tuturnya.

 

Pada mass market, sambung dia, pihaknya menggarap beberapa unit bisnis. Antara lain, Purna Bakti (pensiunan), syariah (pra-sejahtera produktif), dan Mitra Usaha Rakyat (UMKM).Dia berpendapat, potensi mass market ini begitu menjanjikan. Contohnya, adalah para pelaku UMKM. Salah satu indikatornya, jumlah pelaku UMKM sekitar 44 juta orang. Akan tetapi, hanya sekitar 44% segmen mass market, utamanya, UMKM, yang memiliki akses perbankan.
         
Pun halnya dengan pra-sejahtera produktif. Secara jumlah, tambah dia, segmen ini menjanjikan, yaitu 50 juta orang. Dikatakan, pada segmen itu, perlu pembiayaan yang bagi perbankan merupakan sebuah peluang untuk mendongkrak kinerja bisnisnya. “Permodalannya lebih kecil daripada UMKM, yaitu sekitar Rp 1 juta per orang,” ucapnya.

Menurutnya, penggarapan segmen mass market menunjang kinerja lembaga perbankan tersebut. Itu terlihat pada nilai likuiditas kredit, yang hingga September tahun ini, totalnya mencapai Rp 45,3 triliun. “Itu lebih tinggi 22 persen daripada periode yang sama tahun lalu, yang jumlahnya Rp 37,08 triliun,” sebut dia.

Hingga periode itu, imbuh dia, btpn telah menggulirkan kredit bagi kalangan pensiun senilai Rp 30,9 triliun. Jumlah itu, kata dia, tumbuh 14 persen lebih besar daripada periode sama tahun lalu, senilai Rp 27,1 triliun.

Sama halnya dengan pembiayaan sektor UMKM. Diungkapkan, hingga September 2013, total kredit sektor UMKM yang dikucurkan PT BTPN Tbk. sebanyak Rp 10 triliun. “Periode sama tahun lalu, sekitar Rp 8,5 triliun atau naik 18 persen,” tutup dia. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.