Home » Ekonomi » Dollar Menguat, Profit Pertamina Lubricants Tertekan

Dollar Menguat, Profit Pertamina Lubricants Tertekan

Pertamina LubricantsJABARTODAY.COM – BANDUNG

Vice President Lubricants PT Pertamina (Persero), Supriyanto Dwi Hutomo, mengaku pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sangat mempengaruhi unit yang dipimpinnya, apalagi mayoritas konsumennya adalah industri.

Dwi menuturkan, banyak para pelaku industri yang datang kepadanya untuk meminta penurunan harga. “Ada (pengaruhnya), apalagi kalau diratain dengan dollar seperti saat ini. Sementara kita produksi bahan bakunya 85 persen (menggunakan) dollar dan jualannya (pakai) rupiah,” ujarnya di sela kegiatan Lubricants Quality Award 2013, di Hotel The Papandayan, Sabtu (14/9) malam.

Hal itulah yang membuat PT Pertamina Lubricants melakukan koreksi target hingga 20%. Karena, disampaikan Dwi, target sendiri dicanangkan saat dollar berada di posisi Rp 9.300. Saat berada di level Rp 11.000, otomatis membuat profit unit lubricant tertekan. “Apalagi kita ga bisa naikin harga jual, karena konsumen kita juga ikut susah, malah industri pada minta turun,” keluhnya.

Disinggung membanjirnya produk impor, Dwi meminta masyarakat tidak terkecoh dengan itu semua. Karena, ia mengklaim, PT Pertamina tetap market leader dengan memiliki 70-75% konsumen di bidang industri. “Permintaan agak turun, tapi yang saya rasakan turun adalah harga beli, terutama di sektor tambang. Karena sektor tambang ini kan tidak sembuh-sembuh dan mereka minta penurunan harga 3 sampai 5 persen,” aku Dwi.

Dirinya tidak menepis kemungkinan untuk menurunkan pasokan sekitar 1%. Namun, pihaknya berusaha tidak melakukan hal tersebut. “Mulai bulan ini (September), kita terkoreksi 30 miliar rupiah tiap bulannya,” ungkapnya.

Target PT Pertamina Lubricants di tahun 2013 sendiri adalah Rp 2 triliun. Dwi memaparkan, 60% dari target tersebut telah terealisasi Agustus lalu dan optimis akan mencapainya akhir tahun nanti. (VIL) 

Komentar

komentar