Home » Ekonomi » Tahun Ini Ekonomi Jabar Melemah

Tahun Ini Ekonomi Jabar Melemah

UMKM tetap bergeming di tengah hantaman krisis global.

UMKM tetap bergeming di tengah hantaman krisis global.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kemungkinan besar pada tahun ini laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat melambat dibanding tahun lalu. Pada 2012, laju pertumbuhan ekonomi Jabar sebesar 6,21%. Hal itu terjadi seiring dengan pelemahan rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS).

Prof Dr Ina Primiana, ekonom Universitas Padjadjaran sekaligus Ketua Dewan Pakar Forum Ekonomi Jabar (FEJ), mengemukakan, saat ini perekonomian nasional dibayang-bayangi krisis ekonomi global. Menurutnya, hal itu dapat berdampak negatif pada perkembangan ekonomi tatar Pasundan. “Indikasinya, terlihat pada pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan III dan IV tahun ini berpotensi tumbuh lebih lambat daripada tahun lalu. Faktornya, pelemahan rupiah, inflasi yang pada triwulan II tahun ini sebesar 9,67 persen, kemungkinan besar mencapai dua digit. Kemudian, naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 7 persen,” papar Ina di Bandung, Selasa (10/9).

Faktor lainnya, sambung Ina, adanya tuntutan kalangan pekerja mengenai kenaikan upah serta persaingan yang kian ketat seiring dengan bergulirnya ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015. Namun, diutarakannya, di balik perkembangan dan prediksi itu, neraca perdagangan Jabar pada Januari-Juni tahun ini surplus 3,2 miliar dollar AS. “Nilai ekspor Jabar pada periode itu, berjumlah 6,5 miliar dollar, sedangkan impornya 3,3 miliar dollar,” imbuhnya.

Untuk menjaga stabilitas, Ina menyarankan pemerintah provinsi untuk memaksimalkan sektor-sektor yang hingga kini belum optimal, yaitu pertanian. Kemudian, menggenjot pasar ekspor, termasuk juga memaksimalkan kualitas produk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih berdaya saing.

Hambatan bagi industri industri lainnya, Ina mencontohkan, adalah inefisiensi birokrasi, keberadaan infrastruktur, konektivitas, termasuk kalangan pekerja. “Keberadaan pelabuhan bagi Jabar sangat penting. Hal itu dapat meminimalisir biaya logistik melalui Tanjung Priok. Sejauh ini, biaya distribusi melalui Tanjung Priok tergolong tinggi,” tandas Ina. (VIL)

Komentar

komentar