Home » Ekonomi » Saham Bank BJB Sempat Anjlok

Saham Bank BJB Sempat Anjlok

Bank BJB

Bank BJB

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Terjadinya pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berefek pada perkembangan saham perbankan. Situasi itu diakui Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten atau Bank BJB, Bien Subiantoro. “Efek pelemahan rupiah dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) cukup kami rasakan,” ucap Bien, Rabu (4/9).

Bien mengungkapkan, efek pelemahan rupiah dan IHSG itu menyebabkan harga jual saham Bank BJB sempat tertekan. Pada pekan lalu, harga saham Bank BJB sempat berada di level Rp 780 per lembar. Namun, posisi terkini harga saham Bank BJB kembali menguat. “Penutupannya pada level Rp 830 per lembar,” jelas Bien.

Tertekannya harga saham itu, disampaikan Bien, sebagai efek ekonomi makro akibat pelemahan rupiah dan IHSG. “Saya kira, tidak hanya saham BJB yang tertekan, beberapa saham lain pun, tidak tertutup kemungkinan mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Ia berharap, saham bank pimpinannya tidak menyentuh angka pembukaan perdana, sekitar Rp 600 per lembar. Bien optimis, situasi ini membaik karena fundamental Bank BJB tergolong baik.

Pelemahan rupiah pun membuat pihak Bank BJB mengerem likuiditas kredit bagi korporasi. Utamanya, sambung Bien, yang bergerak pada manufaktur, yang row material-nya membutuhkan produk impor. Selain itu, imbuhnya, pengereman likuiditas kredit korporasi sektor manufaktur pun pertimbangannya pada fluktuatifnya omzet. “Itupun berkenaan perkembangan makro,” tukas pria berkacamata itu.

Akan tetapi, sahut Bien, pihaknya tetap menyalurkan kredit korporasi yang cukup besar, khususnya bagi korporasi yang bergerak pada sektor infrastruktur. Ia juga menyebut, fluktuatifnya omzet infrastruktur tidak seperti manufaktur, terutama yang masih memiliki kebergantungan pada impor. (ERA)

Komentar

komentar