Home » Ekonomi » Groundbreaking BIJB Komitmen Kuat Jabar

Groundbreaking BIJB Komitmen Kuat Jabar

kertajatiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Pengoperasian Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati akan segera terealisasi. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mewujudkan rencana yang bergulir sejak pertengahan tahun 2000.

Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Dedi Taufik, salah satu bukti realisasi pembangunan BIJB itu terlihat melalui adanya kesiapan melakukan groundbreaking. “Jika tidak ada kendala, groundbreaking akan berlangsung 29 Agustus,” ujar Deddy.

Menurutnya, groundbreaking BIJB itu menjadi bentuk komitmen kuat Jabar yang memang sangat serius membangun dan merealisasikan sarana infrastruktur tersebut. Jika segalanya berlangsung lancar, proyeksi dan harapannya BIJB telah beroperasi di 2016.

“Pada dasarnya, tahap perdana proyek BIJB, pembangunan runway, siap bergulir. Karena kita berhasil melakukan pembebasan lahan 15 hektare di Desa Congkok, yang menjadi akses menuju titik groundbreaking,” terangnya.

Sejauh ini, sambungnya, luas lahan yang sudah mengalami pembebasan sekitar 647 hektare. Sedangkan total lahan yang tersedia sebanyak 708 hektare.

Aktivitas pembebasan lahan membutuhkan dana yang tidak sedikit, Pemprov Jabar sendiri menggelontorkan dana hampir Rp 203 miliar yang berasal dari APBD-Perubahan 2013 untuk membebaskan lahan sebanyak 400 hektare.

“Apabila terserap, berarti luas pembebasan lahan mencapai sekitar 1000 sampai 1200 hektare. Luas itu sesuai pemenuhan kebutuhan tahap pertama pembangunan bandara,” tuturnya.

Seperti diutarakan Dedi, untuk melancarkannya pemerintah pusat pun ikut menggelontorkan dana Rp 135 miliar. Peruntukannya sama, yaitu bagi pembangunan runway, yang panjangnya 2500 meter.

Informasinya, diakui Dedi, lahan groundbreaking, khususnya runway, telah siap dan saat ini dalam proses pematangan, termasuk pembebasan lahan di Sukamulya, Kertasari dan Cintakarya.

Ia berharap terjalin koordinasi antara pihaknya, Panitia Pembebasan Tanah, dan Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan lebih sinergis. Yang tujuannya tidak lain demi kelancaran penahapan pembangunan yang telah tersusun dan terencana. (ERA)

Komentar

komentar