Home » Ekonomi » Inflasi di Jabar Dapat Tembus 8%

Inflasi di Jabar Dapat Tembus 8%

Fluktuasi Inflasi

Fluktuasi Inflasi

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Beban masyarakat pasca kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi berpotensi kian berat. Pasalnya, naiknya harga BBM diikuti oleh meningkatnya harga jual komoditi lain.

Bahkan, harga jual beragam komoditi dapat kian mahal karena adanya beberapa momen, yaitu Ramadhan, Idul Fitri, dan Tahun Ajaran Baru 2013-2014. Kepala Divisi Kajian Ekonomi Bank Indonesia Kantor Wilayah VI Jawa Barat-Banten, Rachmat D Saputra, menilai, itu semua terjadi sebagai multi player effect kenaikan harga BBM.

“Efek kenaikan BBM ada yang bersifat langsung, yaitu naiknya harga komoditi. Tapi, ada pula efek susulannya. Hal yang cukup menjadi kekhawatiran efek susulan tersebut, yaitu naiknya tarif angkutan,” papar Rachmat di sela-sela Pemberian Materi Kebank-sentralan kepada Madrasah Jabar di Kantor BI Wilayah Vi Jabar-Banten, Rabu (26/6).

Menurutnya, jika tarif angkutan umum naik, hal itu dapat memicu melejitnya harga kebutuhan lainnya. Maka itu, pemerintah berusaha untuk tidak membuat kenaikan tarif yang besar, yaitu sekitar 15%.

“Pemerintah perlu memonitor perkembangan tarif angkutan pasca naiknya BBM. Soalnya, tidak tertutup kemungkinan, para pengemudi atau operator angkutan menaikkan tarif seenaknya,” tuturnya.

Rachmat memprediksi, adanya kenaikan sejumlah komoditi sebagai efek naiknya BBM subsidi, Indonesia, termasuk Jabar, dapat mengalami inflasi yang lebih tinggi. “Perkiraannya, lebih tinggi 3 persen daripada inflasi eksisting,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jabar, sejak Mei 2012 sampai Mei tahun ini, inflasi menembus 5% atau sebesar 5,69%.

Wahyu Ary Wibowo, Manager Divisi Kajian Ekonomi BI Kantor Wilayah VI Jabar-Banten, menambahkan, adanya kenaikan berbagai komoditi ditambah tarif angkutan sebagai efek kenaikan harga BBM membuat pemerintah melakukan revisi target tahunan inflasi. “Target awal pemerintah sebesar 4,5 persen. Revisinya, menjadi 7,2 persen,” imbuh Wahyu.

Menurutnya, inflasi di Jabar hingga akhir tahun, sangat mungkin melewati inflasi nasional, diperkirakan dapat menembus 8%. (VIL)

Komentar

komentar