Tahun Ini, Jumlah Kebakaran Turun 50 Persen

Simulasi penanganan kebakaran yang dilakukan Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung, di Trans Luxury Hotel, Rabu (28/12). (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung mengklaim, jika jumlah kasus kebakaran pada 2016 menurun sekitar 50 persen lebih dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan data terakhir, pada tahun 2015 tercatat sebanyak 177 kasus kebakaran, dan tahun ini menurun hingga 105 kasus.

Kepala DPPK Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan, mayoritas kasus kebakaran yang terjadi tahun ini akibat arus pendek. Adapun untuk titik lokasinya, kebanyakan terjadi di kawasan padat penduduk. Diantaranya, Kiaracondong, Andir, Bandung Kulon, Bandung Wetan, Astana Anyar, Batununggal, dan Buah Batu.

Kendati demikian, untuk memerluas pelayanan di kawasan padat penduduk, DPPK meminta Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Kota Bandung, menyediakan fasilitas hidran (pasokan air) di kawasan padat penduduk. “82 persen kasus kebakaran yang terjadi di Kota Bandung disebabkan arus pendek, kebanyakan terjadi di kawasan padat penduduk,” tutur Ferdi, di sela Simulasi Pemadam Kebakaran dan Evakuasi, di Trans Luxury Hotel, Rabu (28/12).

Ferdi menjelaskan, penurunan kasus kebakaran tersebut tak lepas dari kondisi cuaca hujan yang cukup panjang di 2016. Sementara, pada tahun 2015, musim kemarau berlangsung lebih lama. Meski demikian, Ferdi juga menegaskan, penurunan peristiwa kebakaran tak lepas dari upaya sosialisasi yang dilakukan DPPK Kota Bandung.

Menurut dia, selain kawasan padat penduduk, pasar tradisional juga berpotensi menjadi lokasi kebakaran. Terlebih dengan semrawutnya pemasangan kabel di lokasi tersebut.

Menyoal simulasi pemadam kebakaran, Ferdi berharap simulasi tersebut bisa semakin mematangkan pihak manajemen gedung untuk mengantisipasi bencana kebakaran yang akan terjadi. Bahkan, dirinya turut mengapresiasi pihak swasta dalam gelaran simulasi.

“Manajemen pengusaha swasta rutin melakukan simulasi kebakaran setiap tahunnya. Kami harap manajemen gedung lainnya, seperti mal, apartemen, juga turut melakukan hal serupa, karena hal ini berhubungan dengan keselamatan banyak orang,” tutur mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung tersebut. (koe)

Related posts