Home » Nasional » Keputusan Venue PON 2016 Dalam 15 Hari

Keputusan Venue PON 2016 Dalam 15 Hari

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meluncurkan penunjuk hitung mundur PON XIX 2016 Jawa Barat di Gedung Sate, Sabtu (14/12). (ahermediacenter)

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meluncurkan penunjuk hitung mundur PON XIX 2016 Jawa Barat di Gedung Sate, Sabtu (14/12). (ahermediacenter)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kebutuhan arena pertandingan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat harus diputuskan 15 hari ke depan. Termasuk di dalamnya kebutuhan sarana pendukung.

 

Tenggat waktu tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, yang juga Ketua Panitia Besar PON XIX/2016, saat memimpin rapat kerja di Gedung Sate, Jumat (3/1/2014).

 

Rapat kerja juga diikuti Wakil Gubernur Deddy Mizwar, Sekretaris Daerah Wawan Ridwan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar, dan beberapa kepala dinas terkait.

 

Gubernur menegaskan, persiapan PON XIX/2016 tersisa sekitar 32 bulan lagi. Sementara salah satu kebutuhan utama PON yang menyedot waktu cukup lama yakni persiapan dan pembangunan venue. “Saya minta dalam 15 hari ke depan, telah diputuskan kebutuhan venue dan sarana pendukungnya. Dengan demikian kita dapat segera menyusun kebutuhan anggarannya,” tegas Aher.

Gubernur menginstruksikan kepada seluruh jajaran PB PON XIX/2016 agar keputusan kebutuhan arena pertandingan dimaksud tidak melewati deadline. “Ini jangan sampai tidak terpenuhi. Kalau lewat, kita akan kesulitan dalam penyiapan dana atau anggaran untuk venue,” ucap Heryawan.

 

Dalam rapat kerja disepakati, pengadaan venue dilakukan melalui tiga kelompok pengerjaan. Yakni, melalui optimalisasi venue yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jabar, pemerintah kabupaten/kota se-Jabar, serta lembaga lain semisal perguruan tinggi dan TNI/Polri.

 

Metoda berikut yakni rehabilitas venue yang ada dan pembangunan baru. Seluruh sarana olahraga ini, Heryawan meminta, agar memenuhi standar nasional dan bahkan internasional.

 

Heryawan mengungkapkan, kebutuhan dana penyiapan arena pertandingan ditaksir mencapai Rp1,2 triliun. Sebagian diantaranya diupayakan melalui Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN).

 

Untuk dana yang bersumber dari APBN, kata Heryawan, Pemprov Jabar berusaha memperolehnya melalui mekanisme alami. Pemprov, jelasnya, menghindari melalui proses shortcut.

 

“Kita berusaha menghindari jalur shortcut, meskipun hal ini dimungkinkan. Namun, karena kita bertekad agar PON XIX Jawa Barat tidak hanya sukses penyelenggaraan, melainkan juga tanpa masalah pada pertanggungjawaban keuangan, maka mekanisme pemenuhan kebutuhan anggaran diusahakan natural,” paparnya.

 

Upaya memenuhi kebutuhan anggaran melalui APBN, jelas Aher, mengharuskan Pemprov Jabar berkoordinasi intensif dengan kementerian terkait di pemerintah pusat dan DPR-RI. Selain itu juga dengan KONI Pusat.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Deddy Mizwar menggarisbawahi, penyelenggaraan pertandingan PON XIX/2016 yang tersebar di berbagai kabupaten/kota harus berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

 

Untuk target itu, kata Deddy, koordinasi antara PB PON dengan Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota harus berjalan baik. “Sukses PON XIX harus ditandai dengan efek ekonomi di tengah masyarakat,” tandas Deddy. (AVD)

Komentar

komentar