Home » Politik » Heryawan Dukung UU Bela Negara

Heryawan Dukung UU Bela Negara

heryawanJABARTODAY.COM – BANDUNG

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua DPR RI Marzuki Alie menjadi narasumber dalam Silaturahim Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia di Gedung Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (8/11).

Silaturahim nasional diikuti ratusan perwakilan resimen mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia dan mengangkat tema “Dengan Silaturahim Nasional Menwa Indonesia, Kita Perkokoh 4 Pilar Kebangsaan”.

 

Dalam pembukaannya, Heryawan memaparkan gagasannya seputar konsep bela dan cinta negara. Menurutnya, inti pengejawantahan bela dan cinta negara, yakni semangat mengisi kemerdekaan. Setiap warga negara, kata Heryawan, dapat menyumbangkan kontribusinya dengan menjalani perannya pada bidang masing-masing secara sungguh-sungguh.

Aher menyatakan, besarnya potensi sumber daya alam Indonesia dapat dimanfaatkan maksimal dalam mengisi kemerdekaan untuk kesejahteraan rakyat. Dalam semangat itu, Aher menandaskan agar seluruh komponen bangsa membangun rasa cinta kepada negeri dan pemerintah. “Bahaya bila kita tidak cinta pada negeri. Apapun, tempat kita berpijak ini adalah negeri kita. Bahaya pula bila kita tidak percaya pada pemerintah,” ujarnya.

 

Ditambahkan, dalam era demokrasi siapapun dapat melakukan kritik kepada penyelenggara negara. Namun, hal yang keliru bila yang dibangun adalah kebencian. “Silakan mengajukan kritik untuk perbaikan. Namun, bukan dilandasi kebencian. Sebaliknya, capaian pemerintah yang positif kita perlu apresiasi. Mari kita menjadi bangsa yang bersedia memuji, bukan yang gemar mencaci,” tukas Aher.

 

Mengenai empat pilar (Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika), Gubernur menegaskan sebagai “harga mati”. Bukan saatnya lagi menjadikan empat pilar sebagai bahan diskusi. “Semua itu harga mati. Kini waktunya bekerja keras dan menyumbang karya buat masyarakat kebanyakan,” ucap Heryawan.

 

Pada kesempatan sama, Gubernur Heryawan juga menyatakan dukungannya atas isi rancangan UU Bela Negara. Ia mendukung setiap warga negara menjadi bagian komponen ketahanan nasional, melalui wajib militer.

 

Ia memandang, kecintaan pada negara juga berwujud kesediaan siapapun untuk mengikuti wajib militer. Hal ini sama dengan di sejumlah negara liberal, seperti Amerika Serikat dan Jerman, yang mewajibkan warga negara mengikuti wajib militer setahun dalam seumur hidupnya.

 

Marzuki Alie menambahkan, bahwa posisi empat pilar kebangsaan tidak perlu diganggu gugat lagi. Empat Pilar adalah ruh bangsa Indonesia. (VIL)

Komentar

komentar