Home » Lifestyle » Penghuni Apartemen Didominasi Warga Ibukota

Penghuni Apartemen Didominasi Warga Ibukota

panoramicJABARTODAY.COM – BANDUNG

Sejak beberapa tahun terakhir, Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, mulai dipenuhi oleh bangunan menjulang, yang tidak lain merupakan apartemen alias rumah susun. Kehadiran vertical house tersebut merupakan sebuah jawaban mengenai makin menipisnya ketersediaan lahan bagi perumahan, utamanya, landed house.

Namun, ternyata, publik Kota Bandung masih belum memiliki animo tinggi untuk menjadi konsumen apartemen. Salah satu buktinya, mayoritas konsumen Panoramic Apartemen yang berlokasi di Jalan Soekarno -Hatta, merupakan warga asal Jakarta. “Sejak pertama kali kami pasarkan, sampai saat ini, penjualan unit mencapai 90 persen total yang tersedia, yaitu sekitar 700  unit. Mayoritas, yaitu 70 persennya, merupakan konsumen asal Jakarta,” ujar Eko Bambang, Project Manager Panoramic Apartment, di tempat kerjanya, Kamis (31/10).

Eko meneruskan, kondisi itu terjadi karena adanya perbedaan mindset antara konsumen Bandung Raya dan ibu kota. Menurutnya, mindset konsumen Bandung Raya, rata-rata, masih cenderung lebih memilih landed house. Belum banyak, lanjutnya, yang berpemikiran bahwa apartemen dapat menjadi sebuah investasi.

Sebaliknya, lanjut Eko, konsumen ibu kota sudah menjadikan apartemen sebagai investasi, tidak hanya sebagai hunian. Misalnya, jelas dia, ketika weekend dan long weekend, hotel-hotel di Bandung senantiasa penuh. “Konsumen Jakarta berpemikiran, daripada menginap di hotel, lebih baik di apartemen. Atau, ada pula yang berpemikiran bisnis. Misalnya, menyewakan apartemennya,” papar Eko.

Berkenaan dengan progres Panoramic Apartement, di tempat yang sama, Eko Hari, Deputy Manager PT Jasa Sarana, yang juga turut berperan dalam Panoramic Apartement, yang melibatkan 3 institusi BUMD, PT Jasa Sarana, Wika Reality sebagai anak perusahaan Wika Karya, dan PT Jabar Propertindo, menambahkan, pada pekan depan, pihaknya, yang berinvestasi total sekitar Rp 150 miliar, segera melakukan topping off, dan pada April 2014, berlanjut pada serah terima kepada konsumen.

Pihaknya optimistis seluruh unit, yang harganya sekitar Rp 240-380 juta, dapat terjual habis. Itu karena, jelasnya, pihaknya menawarkan konsep berbeda. “Apartemen ini dilengkapi berbagai peralatan digital. Ini untuk memudahkan sekaligus memberi nilai tambah lebih daripada apartemen sekelas lainnya,” tutup Eko. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.