Home » Hukum » Dendam ke Istri, Suami Perkosa Anak Sendiri

Dendam ke Istri, Suami Perkosa Anak Sendiri

PencabulanJABARTODAY.COM – BANDUNG

Dendam adalah sebuah penyakit hati dan dapat menimbulkan perbuatan buruk, tidak terkecuali untuk orang dekat. Seorang pria tega memperkosa anak kandungnya sendiri yang masih belia dikarenakan dendam terhadap sang istri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko yang didampingi oleh Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Ajun Komisaris Suryaningsih mengatakan, mendapat laporan dari pihak keluarga korban tentang adanya dugaan pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya.

 

“Setelah kita selidiki, pada satu hari setelah pelaporan (Kamis, 14/11) kita tangkap tersangka di kamar kosnya di daerah Sekeloa, Kecamatan Coblong, yang juga menjadi lokasi kejadian,” ujar Trunoyudo saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat (22/11).

 

Kronologis kejadian, seperti dituturkan Truno, berlangsung pada Selasa (12/11), sekitar pukul 14.30, saat itu tersangka menjemput anaknya yang tinggal bersama neneknya berkilah akan membelikan telepon genggam. “Setelah membelikan handphone tersebut tersangka mengajak korban yang juga anaknya untuk ke kosannya di daerah Sekeloa dan mengajak untuk berhubungan badan dengan mengancamnya terlebih dahulu menggunakan pisau dan ditampar,” bebernya.

Karena takut, akhirnya korban mengikuti kemauan tersangka dan tersangka menyetubuhi satu kali. Setelah disetubuhi, tersangka mengantarkan korban ke depan gang dekat rumah neneknya tersebut. “Kemudian korban mengadu kepada neneknya,” imbuh Truno.

AA (35), sang pelaku, mengaku, awalnya tidak memiliki nafsu untuk mencabuli anak gadisnya tersebut, namun dendam yang membuncah terhadap istrinya ditambah pengaruh alkohol membuat dirinya melakukan perbuatan itu. Ia menyebut, masalah dengan istrinya tersebut sudah berlangsung selama 3 bulan terakhir ini. “Masalah keluarga. Sudah 3 bulan semenjak istri saya kerja jadi PL (pemandu lagu) di Semarang, saya suruh pulang tapi ga mau aja jadi saya kesel,” ucapnya.

 

Akibat perbuatannya, AA terancam dikenakan Pasal 81 jo. Pasal 82 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (VIL)

Komentar

komentar