Home » Headline » Tahan Kantuk, Anggota Dewan Pakai Shabu

Tahan Kantuk, Anggota Dewan Pakai Shabu

Kriminalitas

Kriminalitas

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Bukannya memberi contoh positif, wakil rakyat satu ini malah ketahuan mengkonsumsi narkotika jenis shabu. Alasannya pun lucu, untuk menahan kantuk saat mengikuti rapat di kantor.

AS (38) ialah anggota dewan di Kabupaten Rangkas Bitung, Banten. Dia merupakan anggota Komisi B dari Partai Barisan Nasional. Berdasarkan pengakuannya, ia baru mengkonsumsi zat berbahaya itu sejak dua bulan terakhir. Sementara untuk mengkonsumsinya, dia mendapat pasokan dari temannya di Jakarta.

“Kalau rapat kan lama, biar tidak ngantuk saya pakai shabu. Baru dua bulan ini pakai shabu, kalau pakai biasanya saya sendiri saja,” ujarnya di Mako Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, Jalan Sukajadi, Kamis (19/9).

As mengatakan, tidak mendapat kiriman dari temannya dalam jumlah banyak. Dia hanya diberi untuk satu kali pakai. Begitupun ketika polisi menangkapnya, polisi hanya menemukan barang bukti sisa pakai bubuk shabu dalam plastik kecil seberat 0,4 gram di dalam mobil pribadinya. “Ya, dapat dari teman. Waktu ditangkap, shabu ada di saku kemeja yang biasa digantung di mobil. Waktu itu saya dalam perjalanan dari Banten ke Bandung,” tuturnya.

Polisi tidak hanya menangkap AS, bersama AS di lokasi yang sama, Jalan Buah Batu, polisi juga meringkus FF (24). FF merupakan supir pribadi AS sejak setahun ini. Kepada polisi FF mengaku tidak ikut mengkonsumsi shabu, namun berdasar pemeriksaan dan tes urinenya, FF juga positif menggunakan shabu. “Saya cuma antar bapak saja, ke Bandung juga, tapi tidak ikut ‘makai’ juga,” kilahnya.

Sementara itu, Kepala Satserse Narkoba Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Agus Dwi Hermawan, menyebut, penangkapan AS dan FF merupakan hasil penelusuran berdasarkan informasi warga sekitar yang mencium akan adanya pesta narkoba di hotel tersebut. “AS ditangkap di hotel G. Berdasarkan informasi masyarakat, lalu kami tindak lanjuti dan benar kami menemukan 0,4 gram shabu di mobilnya. Kami tetapkan juga satu orang sebagai buron, RD, yang memberi pasokan shabu ke AS,” bebernya.

Agus menambahkan, dugaan sementara, AS tidak terlibat dengan jaringan. Sementara tujuan AS ke Bandung hanya untuk urusan pribadi, tidak ada kaitannya dengan statusnya sebagai anggota dewan. Namun demikian, sanksi tegas tetap diberikan pada AS dan FF sebagai pengguna zat narkotika. Disampaikan Agus, AS mendapat sanksi kurungan paling singkat lima tahun dan paling lama sepuluh tahun. “Mereka dijerat Pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 132 jo. Pasal 127 ayat (1) huruf a. Dan UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar