Home » Ekonomi » OJK Siap Awasi Multi dan Mikro Finance

OJK Siap Awasi Multi dan Mikro Finance

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Berdasarkan peraturan yang diterbitkan pemerintah, mulai 31 Desember 2013, pengawasan kinerja perbankan, seperti penyaluran kredit, pengumpulan dana, termasuk pasar modal, tidak lagi menjadi tanggung jawab Bank Indonesia, tetapi menjadi kewenangan Otoritas Jasa Keuangan.
 
“Fungsi dan tugas BI dalam hal melakukan pengawasan makro prudensial. Misalnya, mengenai inflasi, peredaran uang, dan sebagainya, tidak lagi pada kinerja perbankan dan lembaga keuangan,” ujar Kepala BI Kantor Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae, usai Serah Terima Fungsi Pengaturan dan Pengawasan Bank dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan di Kantor Wilayah VI Jabar-Banten, akhir tahun lalu.
 
Seiring dengan hal itu, pihaknya pun mulai mengalihkan data-data mengenai tanggung jawab dan pengawasan kinerja lembaga-lembaga perbankan, yang selama ini, menjadi kewenangan BI, kepada OJK. “Artinya, beberapa hal yang belum tertuntaskan oleh kami pada 2013, seperti perizinan, fit & proper test pengurus perbankan, dan sebagainya, termasuk langkah-langkah penindakan, kami serahkan kepada OJK untuk kemudian, pada 2014, ditindaklanjuti,” paparnya.
 
Kepala OJK Regional 2 Jabar, Anggar Budhi Nuraini, mempertegas, bahwa pihaknya siap menindaklanjuti beberapa permasalahan yang belum terselesaikan BI pada 2013. “Tahun depan, kami tindak lanjuti,” tegas Anggar.
 
Wanita berambut sebahu itu meneruskan, selain itu, tahun depan, pihaknya fokus pada beberapa hal. Diantaranya, melakukan pengawasan sistem pelayanan jasa-jasa keuangan, baik perbankan maupun non-perbankan, termasuk pasar modal. Kemudian, lanjut dia, juga memberikan edukasi serta perlindungan bagi para konsumen berkenaan dengan program dan produk yang berkaitan dengan sistem keuangan.
 
Berbicara mengenai bagaimana pengawasan terhadap lembaga-lembaga mikro dan multi finance di Jabar, khususnya, Kota Bandung, yang jumlahnya tergolong banyak, Anggar mencetuskan, pihaknya segera melakukan langkah-langkah kongkrit.
 
Dia berpendapat, jika mengacu pada peraturan yang berlaku, pihaknya memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan pada lembaga-lembaga mikro dan multi finance itu. “Kami segera melakukan pendataan. Pada 2015, kami siap melakukan pengawasannya,” cetus Anggar.
 
Untuk koperasi simpan pinjam (KSP), yang kerap terjadi aktivitas keuangan, Anggar menuturkan, sejauh ini, pihaknya belum melakukan pengawasan. Meski demikian, ucap dia, tidak tertutup kemungkinan, pada masa mendatang, pihaknya pun mengawasi kinerja KSP. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.