Home » Ekonomi » BJB Siap Bentuk Incorporated

BJB Siap Bentuk Incorporated

Bank BJB

Bank BJB

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Mengembangkan bisnis merupakan misi besar yang terus diusung PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten alias bank bjb. Karenanya, berbagai strategi disiapkan lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut. “Satu diantaranya, kami berencana membentuk bjb Incorporated,” ujar Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro, akhir pekan kemarin.

 
Bien mengatakan, pembentukan incorporated tersebut diantaranya, membentuk semacam anak-anak perusahaan yang masih berbasis pada bidang finansial. Memang, sejauh ini, bank bjb sudah memiliki anak perusahaan, yaitu bank bjb syariah (bjbs). “Kami berencana mengembangkan jasa keuangan lainnya,” kata Bien.
 
Salah satunya, ungkap dia, bergerak dalam bidang asuransi dan multi finance. Untuk jasa keuangan dalam bidang asuransi, Bien menyatakan, pihaknya siap mengakuisisi sejumlah perusahaan asuransi. Diutarakan, dalam hal akusisi perusahaan asuransi, pada dasarnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memberi sinyal positif. “Tapi, kami masih menunggu putusan Bank Indonesia,” tuturnya.
 
Sedangkan mengenai keinginan membentuk dan mengakuisisi perusahaan multi finance, Bien menegaskan, kemungkinan besar, pihaknya menunda rencana tersebut. Pasalnya, jelas Bien, pengakuisisian perusahaan mutlifinance menggerus modal yang tidak sedikit.
 
Diterangkan, berkenaan dengan rencana pembentukan multi finance, pada 2014, pihaknya menunggu dan melihat perkembangan aturan dan ketentuan penyertaan modal, yang sepertinya, semakin ketat. Saat ini, lanjut Bien pihaknya berada pada buku III, yang artinya, memiliki hak untuk mengembangkan jaringan dan bisnis lebih lebar lagi.
 
Syarat menempati buku III, terangnya, memiliki modal melebihi angka Rp 5 triliun. “Sekarang, modal kami sekitar Rp 5,2 triliun,” sambungnya. Apabila melakukan akuisisi atau membentuk multi finance, tambah Bien, setidaknya, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar.
 
Artinya, terang Bien, hal itu dapat membuat pihaknya kembali turun dan berada pada buku II. Karenanya, tukas Bien, pihaknya fokus untuk terus mengembangkan laba guna memperkuat sektor permodalan.
 
Demi memperkuat pemodalan, tahun depan, Bien menegaskan, pihaknya berusaha untuk meningkatkan kinerja bisnisnya, tidak hanya penyaluran kredit, tetapi juga pengumpulan dana pihak ketiga (DPK).
 
Kendati begitu, Bien memprediksi, tahun depan, ekonomi nasional masih berat. Melihat kondisi seperti itu, ucapnya, perkiraannya, terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. “Itu disebabkan adanya pengetatan likuiditas perbankan. Dampaknya, likuiditas kredit pun berat. Untuk itu, proyeksi penyaluran kredit pada tahun depan, kami sesuaikan dengan perkembangan ekonomi,” kata dia.
 
Salah satu upaya agar likuiditas kredit tetap terjaga meskipun berpotensi mengalami perlambatan yaitu meningkatkan kehati-hatian, terutama untuk kredit konsumer. Menurutnya, debitur yang tergolong berisiko tinggi adalah yang berada pada level menengah. “Kelas itu, NPL (Non-Performing Loans atau kredit macet)-nya tertinggi. Penyebabnya, perusahaan-perusahaan pada level itu tergolong agresif. Mereka punya keinginan besar untuk berkembang tetapi kurang memperhitungkan kekuatan modalnya,” papar Bien.
 
Jadi, sahut Bien, pihaknya lebih memilih opsi sindikasi karena risikonya jauh lebih kecil. Selain itu, imbuh dia, seandainya kredit bersifat bilateral, pihaknya lebih memilh debitur yang bersumber pada dana APBD atau APBN. Misalnya, terang dia, kerja sama kredit dengan lembaga BUMN atau BUMD. “Termasuk kredit bagi PNS. KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pun masih relatif aman asal tetap memegang prinsip kehati-hatian,” tutup Bien. (VIL)

Komentar

komentar