Home » Ekonomi » Perajin Tahu/Tempe Merugi

Perajin Tahu/Tempe Merugi

Kesibukan pekerja di pabrik tahu membersihkan kedelai. Kelangkaan kedelai mengancam kelangsungan nasib mereka. (ILUSTRASI)

Kesibukan pekerja di pabrik tahu membersihkan kedelai. Kelangkaan kedelai mengancam kelangsungan nasib mereka. (ILUSTRASI)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Mogoknya para perajin tahu dan tempe selama tiga hari ini di Kota Bandung, berujung pada langkanya produk tahu/tempe di sejumlah pasar. Berdasarkan pantauan, di sejumlah pasar, seperti Pasar Cicadas, Pasar Kosambi dan Pasar Ujung Berung, banyak kios atau jongko yang tutup.

Ence, pemilik pabrik yang memproduksi tahu di Cibuntu, mengatakan, harga kedelai yang cukup tinggi hingga hampir mencapai Rp 10 ribu/kilogram membuat pemasaran sangat sulit. “Jelas para pedagang enggan mengambil barang kepada kita karena resiko mereka menjual agak sulit. Mau dijual berapa coba,” jelasnya, saat ditemui, Senin (9/9).

Akibat hal tersebut, dirinya tidak bisa memproduksi sebanyak 5 ton kedelai yang menghasilkan 250 ribu tahu siap jual. Selain itu, 150 orang karyawan miliknya terpaksa diliburkan karena mogok kerja. “Karena kejadian ini saya merugi hingga ratusan juta rupiah. Bayangkan saja omzet saya sehari bisa mencapai 90 juta rupiah,” ungkapnya.

Ence berharap agar pemerintah segera bertindak dengan melambungnya harga ini agar kebutuhan pasar dan pendapatan pedagang kembali. “Kasihan para pedagang kecil yang kehidupannya dari tahu. Ada anak istri kalau ga jualan ngasih makanya pake apa. Makanya kepada pemerintah segera normalkan kembali harga kedelai sehingga para pengrajin bisa berproduksi,” ucap Ence. (VIL)

Komentar

komentar