Home » Ekonomi » Kebutuhan Unggas di Jabar Besar

Kebutuhan Unggas di Jabar Besar

disnak.jabarprov.go.id

disnak.jabarprov.go.id

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional, tingkat kebutuhan unggas, seperti ayam, ikut meningkat. Namun, agar kebutuhan itu terpenuhi, Jawa Barat pada khususnya, perlu melakukan berbagai upaya, diantaranya keberadaan Rumah Potong Unggas.

Kepala Dinas Peternakan Jabar, Koesmayadi Tatang Padmadinata, mengamini bahwa Tatar Pasundan memang membutuhkan RPU yang lebih banyak lagi. Jabar sendiri sejauh ini baru memiliki 2 RPU. “Lokasinya di Ciamis dan Tasikmalaya,” ujar Koes, Selasa (30/4).

Tentunya, disampaikan Koes, produksi dua RPU tersebut belum mencukupi kebutuhan. Dikarenakan kapasitas produksi dua RPU di Tasikmalaya dan Ciamis itu hanya 200-300 ribu ekor per hari. Sedangkan kebutuhannya jauh lebih besar.

Memang, di beberapa titik wilayah Jabar terdapat RPU berskala kecil. Karena berskala kecil, kapasitas produksinya pun tidak besar. Rata-rata cuma 12-15 ribu ekor per hari. “Itu membuat Jawa Barat lebih banyak mengirim ayam hidup kepada produsen di luar Jabar, termasuk DKI,” terangnya.

Data Dinas Peternakan menunjukkan, tingkat kebutuhan mencapai jutaan ekor per hari. Sebagai contoh, ucap dia, tingkat kebutuhan Jakarta sebanyak 1 juta ekor per hari. “Kota Bandung pun kebutuhannya tinggi. Angkanya, sekitar 200 ribu ekor per hari,” sahutnya.

Melihat kondisi itu, Koes menyebut, Jabar membutuhkan RPU dalam jumlah yang lebih banyak lagi, sekitar 15 unit RPU. Beberapa daerah yang membutuhkan RPU antara lain, Sukabumi, Bandung, Cianjur,  Subang, dan Purwakarta.

Koes mengakui, tidak mudah untuk merealisasikannya, sebab dibutuhkan dana yang besar untuk mendirikan satu unit RPU. Koes menilai, investasi untuk membangun 1 unit RPU sekitar Rp 48 miliar. Jadi, tambahnya, jika Jabar memerlukan 15 RPU, berarti dana investasinya mencapai ratusan miliar rupiah. “Untuk itu, butuh peran swasta, dalam hal ini investor untuk merealisasikannya. Sayang, sejauh ini belum ada investor yang berminat berinvestasi untuk RPU di Jabar,” keluhnya.

Ketua Persatuan Peternak Ayam Nasional, Herry Darmawan, menyetujui, bila berinvestasi di bidang RPU memiliki potensi dan peluang ekonomi besar. Herry juga mengemukakan, sejauh ini kebutuhan ayam potong di Jabar, yang volumenya sekitar 15 juta ekor per pekan, belumlah terpenuhi. Bahkan, ungkapnya, setiap bulan, permintaan senantiasa naik. (VIL)

Komentar

komentar