Home » Bandung Raya » Angkot Bisa Menjadi Solusi Kemacetan Kota Bandung

Angkot Bisa Menjadi Solusi Kemacetan Kota Bandung

Angkutan kota yang mengetem di beberapa titik menjadi salah satu penyebab kemacetan Kota Bandung. Menurut pengamat transportasi ITB, Ofyar Z. Tamin, angkot dapat menjadi pemecah masalah kemacetan. (ISTIMEWA)

Angkutan kota yang mengetem di beberapa titik menjadi salah satu penyebab kemacetan Kota Bandung. Menurut pengamat transportasi ITB, Ofyar Z. Tamin, angkot dapat menjadi pemecah masalah kemacetan. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Angkutan kota sebenarnya bisa menjadi pemecah masalah kemacetan di Kota Bandung, karena dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat. Hanya saja yang terjadi saat ini, angkot justru menjadi biang kemacetan disebabkan jumlah yang banyak dan sering mengetem yang menimbulkan terminal bayangan di beberapa titik kota.

Menurut pengamat transportasi Institut Teknologi Bandung Ofyar Z. Tamin, trayek angkot di Kota Bandung belum terpenuhi seluruhnya atau hanya 30%. “Sedangkan yang 70 persen dipenuhi pengguna kendaraan pribadi, seperti mobil dan sepeda motor,” ujarnya saat dihubungi di Bandung, Selasa (29/10).

Itu yang membuat supir angkot kekurangan penumpang sehingga para supir mencari penumpang dengan cara mengetem di sembarang tempat yang otomatis juga menimbulkan adanya terminal bayangan. Saat disinggung apakah jumlah angkutan umum di Kota Bandung sudah melebihi dari jumlah seharusnya, Ofyar menyatakan tidak. Ia justru melihat pentingnya menambah trayek angkot yang menjangkau seluruh area, bahkan hingga perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung.

Ia memandang, mayoritas orang yang bekerja di Bandung berasal dari Kabupaten Bandung, sedangkan coverage area angkot sendiri tidak mencapai kesana, yang membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Padahal, sambung Ofyar, luas jalan di Kota Bandung sendiri tidak besar dan harusnya ada 10% yang kosong. “Dan sekarang hanya 4 persen yang itupun digunakan angkot, sehingga menimbulkan kemacetan,” paparnya.

Apakah belum aman dan nyamannya angkot menjadi faktor masyarakat enggan menggunakan angkutan umum tersebut? Ofyar tidak membantah. “Itu salah satunya saja. Yang lebih penting menambah jumlah trayek angkot hingga menjangkau seluruhnya,” tandas Ofyar. (VIL)

Komentar

komentar