
JABARTODAY.COM, BANDUNG – – Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung menerjunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan untuk membantu penanganan korban terdampak bencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kehadiran tim ini merupakan bentuk kepedulian UNISA Bandung dalam memberikan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat serta mendukung upaya penanganan bencana di lapangan.
Koordinator Lapangan Tim Satgas Kesehatan UNISA Bandung, Nanda Abdurrahman, S.Kep., menjelaskan bahwa tim diberangkatkan pada Senin, 26 Januari 2026, dengan fokus utama memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak serta relawan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
“Tujuan utama kami adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh korban terdampak bencana longsor, termasuk relawan SAR yang sejak awal menjadi garda terdepan dalam pencarian korban,” ujar Nanda, Jumat (30/01/2026).
Ia menambahkan, pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital, pemberian multivitamin, pemasangan infus, perawatan luka bagi korban selamat maupun relawan, serta pendampingan medis bagi tim SAR selama proses pencarian korban berlangsung. Dalam pelaksanaan awal, tim direncanakan bertugas selama lima hari, namun durasi pendampingan berpotensi diperpanjang menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Selama kegiatan berlangsung, Tim Satgas Kesehatan UNISA Bandung mencatat beberapa keluhan kesehatan yang paling banyak dialami warga, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh cuaca, lingkungan pascabencana, serta keterbatasan akses sanitasi.
Respons masyarakat terhadap kehadiran tim kesehatan UNISA Bandung dinilai sangat positif. Warga merasa terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis yang diberikan secara langsung di lokasi bencana. Selain pelayanan medis, kebutuhan utama yang terus diupayakan pemenuhannya adalah multivitamin guna menjaga daya tahan tubuh korban dan relawan.
Dalam menjalankan tugasnya, Tim Satgas Kesehatan UNISA Bandung berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya MDMC Jawa Barat, BASARNAS, dan BNPB, terutama dalam koordinasi layanan kesehatan dan dukungan bagi tim SAR. Tim juga bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah setempat dalam pendirian pos koordinasi yang berlokasi di MI Muhammadiyah, serta bersinergi dengan KL Lazismu UNISA Bandung dan Ikatan Alumni UNISA Bandung dalam penyaluran donasi berupa obat-obatan dan logistik bagi warga terdampak.
Tim Satgas Kesehatan UNISA Bandung dikoordinatori oleh Nanda Abdurrahman, S.Kep., dengan dukungan Siti Nurjanah sebagai koordinator pendataan dan informasi kesehatan bencana, serta Husna Ainul Afifah yang bertugas melakukan analisis kebutuhan lapangan. Pelayanan kesehatan di lokasi juga melibatkan tim tenaga kesehatan UNISA Bandung, yakni M. Fakhrurozi Kholid, Riki, Amanda, dan Asti Saumi, yang secara aktif memberikan layanan medis dan pendampingan kepada korban dan relawan. [ ]