
JABARTODAY.COM – JAKARTA. Pola kerjasama antar daerah yang digagas mantan Bupati Kuningan, Aang Hamid Suganda melalui lembaga bernama Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) “Kunci Bersama” diapresiasi positif oleh Kementerian Dalam Negeri RI. Wujud apresiasi Kemendagri ini ditandai dengan diadakannya rakor seluruh kabupaten/kota yang tergabung dalam “Kunci Bersama” yang diundang secara resmi oleh Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri yang berlangsung sejak 21-23 Mei 2014 di Jakarta.
“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi Kemendagri dengan dilaksanakannya acara ini, dan berharap apresiasi ini berlanjut dalam bentuk kepedulian dan perhatian kongkrit terhadap kondisi masyarakat di daerah perbatasan di wilayah “Kunci Bersama” baik dari sisi infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dan aspek kehidupan masyarakat lainnya di wilayah perbatasan dua propinsi Jawa Barat dan Jawa tengah,” ujar Aang Hamid Suganda, Ketua BKAD ‘Kunci Bersama’ kepada Jabartoday.com di Jakarta (22/5/2014).
Aang yang didampingi Sekretaris BKAD Kunci Bersama, Heri Purnama, mengungkapkan sejak berdiri 2011 lalu, BKAD ‘Kunci Bersama’ telah mengambil peran signifikan dalam mendorong kerjasama antar daerah di wilayah perbatasan khususnya di bidang pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan dan waduk.Di bidang kesehatan telah didirikan poskes layanan medis gratis bagi masyarakat di wilayah perbatasan yang bisa diakses secara mudah. Di bidang pendidikan kerjasama dilakukan dengan memfasilitasi masyarakat untuk bisa mengakses pendidikan dasar gratis.
“Belum lama ini telah diadakan pengobatan dan operasi katarak gratis bagi masyarakat tidak mampu di wilayah perbatasan Kuningan-Brebes yang diikuti 1000 orang lebih yang disponsori oleh Pundi Amal SCTV di desa Pandapan, Kecamatan Bangunharjo, Kabupaten Brebes yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan,” tutur suami Bupati Kuningan, Utje Choiriyah Hamid Suganda.
Jalinan silaturrahmi antar pemerintah daerah di wilayah “Kunci Bersama”, jelas Aang, terus dijalin secara rutin melalui berbagai wahana, di antaranya melalui Pekan Olah Raga dan Seni (Porsenitas), Gowes Bersama, dan pertemuan rutin antar utusan pemerintah daerah yang difasilitasi BKAD ‘Kunci Bersama’.
Aang menilai adanya pandangan keberadaan BKAD ‘Kunci Bersama’ sebagai lembaga yang berorientasi politik bagi terbentuknya propinsi baru merupakan wacana yang berkembang di masyarakat. Jika masyarakat menghendaki dan pemerintah pusat dan propinsi menilai keberadaan BKAD Kunci Bersama bernilai strategis dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, Aang mengatakan, gagasan terbentuknya propinsi baru sebagai hal yang rasional dan alamiah.
“Sejatinya, kita murni karena kita peduli. Kita lihat bersama bahwa kondisi masyarakat di 9 daerah di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat cukup memprihatinkan. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa memicu kerawanan dan disintegrasi sosial. Karena itu, keberadaan BKAD ‘Kunci Bersama’ akan menjadi wahana kohesi sosial bagi masyarakat dan menjadi trigger bagi hadirnya pertumbuhan ekonomi baru yang bermuara pada kesejahteraan rakyat di perbatasan. Tentang propinsi baru, ya alamiah saja ,” ungkapnya.
Untuk diketahui, sembilan daerah yang tergabung dalam BKAD ‘Kunci Bersama’ itu antara lain Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran (Jawa Barat), Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes (Jawa Tengah). (Fahrus Zaman Fadhly)