
Melihat hal itu, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk punya keinginan kuat untuk turut berperan aktif meningkatkan daya saing UKM. Karenanya, lembaga BUMN itu menyusun berbagai langkah. Di antaranya, membangun Kampun Digital UKM.
“Target kami, tahun ini, secara nasional, terbentuk 300 Kampung Digital UKM. Di Jabar, sekitar 45 Kampung Digital UKM atau 15 persennya,” tandas Direktur Enterprise dan Bisnis PT Telkom, Muhammad Awaluddin, pada sela-sela peluncuran Kampung Digital Univetsitas Padjadjaran (Unpad) di Pabukon Jatinganor, Kabupaten Sumedang.
Diutarakan, sejauh ini, pihaknya membangun 116 Kampung Digital UKM. Unpad, sambung Awal, sapaan akrabnya, merupakan Kampung Digital UKM yang ke-117.
Awal mengemukakan, Kampung Digital UKM memang bertujuan untuk mengembangkan dan mendorong UKM agar lebih berdaya saing. Pengembangannya, jelas Awal, pihaknya menerapkan pola dan konsep pentahelix. Artinya, terang Awal, melibatkan dan menyinergikan seluruh stake holder, yaitu akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media, sehingga menjadi sebuah kekuatan yang besar dalam era pasar bebas, termasuk ASEAN Economy Community (AEC).
pentahelix, lanjutnya, mengusung skema triple C. Yaitu, jelasnya, Connectivity, yaitu pemanfaatan teknologi guna meningkatkan sekaligus memperluas jaringan. Lalu, tambahnya, Concept, yaitu mengembangkan konten-konten yang dibutuhkan pelaku UKM dan pasar. “C ketiga adalah Community alias komunitas,” terang Awal.
Bahkan, ungkapnya, pihaknya berencana menjadikan Unpad sebagai Pusat Pengembangan Pengembangan UKM di Indonesia. Jika terealisasi, imbuhnya, Unpad mendapat tantangan untuk melakukan studi dan pengkajian. Dalam hal ini, tuturnya, para akademiski turut berperan dalam meningkatkan eksistensi dan daya saing UKM.
Rencana lainnya, beber Awal, pihaknya segera mengoneksikan sentra-sentra produksi dan ekonomi di Indonesia. Itu pun, tegas dia, sebagai upaya peningkatan daya saing UKM. (ADR)