
JABARTODAY.COM, CIREBON – – Dewan Da’wah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) menggelar Halal Bihalal dan Silaturahmi Ormas Islam pada Ahad, 19 April 2016, di Ruang Madya At-Taqwa Center, Kota Cirebon. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi umat untuk memperkuat sinergi dakwah di wilayah Ciayumajakuning.
Acara dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri atas pengurus dan perwakilan Dewan Da’wah se-Kota dan Kabupaten wilayah Ciayumajakuning, PD Persis Cirebon, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Majelis Mujahidin, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Bertindak sebagai pemandu acara ialah Ustaz Muhammad Fathi Azra, Dai Dewan Da’wah Kabupaten Cirebon.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Ketua Dewan Da’wah Kabupaten Cirebon, Ustaz Ali Wahyuno, menyampaikan harapan besar agar Dewan Da’wah dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan instansi pemerintah daerah. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat sekaligus menyiapkan kader-kader unggul di masa depan.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Da’wah Kota Cirebon, Ustaz Suparno, menekankan pentingnya konsentrasi dakwah melalui media. Ia menilai, pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk menembus keterbatasan ruang di era digital. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen umat menyatukan hati demi terwujudnya persatuan dan keharmonisan bangsa.
Dari unsur pemerintah, hadir Ketua Kesbangpol Kota Cirebon, Buntoro. Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan bonus demografi dan derasnya arus informasi. Buntoro menegaskan, generasi muda sangat memerlukan sosok teladan dari generasi sebelumnya. Ia juga berharap masyarakat mendukung regulasi dan kebijakan pemerintah dalam menjawab berbagai isu keumatan dan kemasyarakatan.
Puncak acara diisi tausiah oleh KH. Muhammad Roinul Balad, S.Sos.I., dengan tema “Dai sebagai Penjaga Akidah dan Pemersatu Umat”. Mengutip QS Asy-Syura ayat 13, ia menjelaskan bahwa syariat agama yang diwasiatkan para Nabi adalah menegakkan agama Islam. Dalam konteks NKRI, hal itu dilakukan tanpa mengganggu stabilitas keamanan negara.
KH Roinul Balad juga memaparkan lima pilar Dewan Da’wah, yakni mengawal akidah, menegakkan syariat, menjaga ukhuwah, mendukung solidaritas umat, serta mengokohkan keutuhan NKRI. Ia juga mengutip pemikiran Dr. Mohammad Natsir, Bapak NKRI sekaligus Pendiri Dewan Da’wah, bahwa tantangan dakwah umat Islam dan bangsa Indonesia saat ini meliputi kristenisasi, sekularisasi, dan nativisasi.
“Penyelesaian persoalan keagamaan harus dimulai dengan mengkaji ulang akar masalah agar umat tidak terpecah belah,” tegasnya.
Ia menambahkan, perpecahan tidak hanya disebabkan perbedaan pemahaman internal, tetapi juga faktor eksternal. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antarumat menjadi syarat mutlak dalam mengawal akidah, ukhuwah islamiah, dan solidaritas.
Menutup tausiahnya, KH. Roinul Balad mengingatkan pesan Dr. Mohammad Natsir, “Jadilah dai yang serba bisa” agar mampu memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat. Ia juga menegaskan bahwa meskipun berbicara tauhid merupakan perkara berat, keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Zat pemberi hidayah harus terus ditanamkan.
Kegiatan Halal Bihalal ini diharapkan menjadi momentum penguatan ukhuwah dan sinergi gerakan dakwah di wilayah Ciayumajakuning untuk menghadapi tantangan keumatan yang kian kompleks. [ ]
Rep: Farhan Asmara Zuhdi
Foto-foto: Ikhwan Abdul Rouf