Cegah Stunting, Dosen Keperawatan UNISA Bandung Bekali Pengasuh Panti Kelola Gizi Balita

Cegah Stunting
Foto: Dok.Unisa Bandung

JABARTODAY.COM, BANDUNG – – Penguatan kapasitas pengasuh menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan stunting pada anak balita. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dosen Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Bandung memberikan pembekalan kepada para pengasuh di Panti Asuhan Balita Sehat Muhammadiyah Kota Bandung terkait pengelolaan gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak.

 

Kegiatan yang merupakan bagian dari Hibah RisetMu Batch IX ini dilaksanakan pada 7–9 April 2026. Tim pelaksana merupakan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Bandung  Eli Lusiani, S.Kep., Ners., M.Kep. dan Shella Febrita Puteri Utomo, S.Kep., Ners., M.Kep. Sasaran utama kegiatan adalah para pengasuh yang berperan langsung dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan 36 balita usia 1–5 tahun di lingkungan panti.

 

Eli Lusiani menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuh dalam mengelola kebutuhan gizi balita secara lebih tepat. Materi yang diberikan meliputi edukasi gizi seimbang dan pencegahan stunting, pelatihan pengukuran antropometri, pendampingan interpretasi status gizi anak, pengenalan pengolahan pangan lokal bergizi, serta penyusunan siklus menu sederhana sesuai kebutuhan balita.

 

“Melalui pelatihan ini, para pengasuh diharapkan mampu melakukan pemantauan dan pengelolaan gizi anak secara lebih terarah, tepat, dan berkelanjutan,” ujar Eli, Senin (1/6/2026).

Menurut Eli, pengasuh memiliki peran strategis dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang sesuai, pola makan yang teratur, serta pemantauan pertumbuhan yang dilakukan secara berkala. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengasuh menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah risiko stunting sejak dini.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali para pengasuh dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pengelolaan gizi anak tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi dapat menjadi kebiasaan baik yang berkelanjutan di lingkungan panti,” tambahnya.

 

Sementara itu, Shella Febrita Puteri Utomo menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif para pengasuh yang mendampingi anak setiap hari. Dengan pemahaman yang baik mengenai kebutuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan, anak-anak diharapkan dapat memperoleh dukungan yang optimal untuk tumbuh dan berkembang sesuai usianya.

 

“Pengasuhan dan pemenuhan gizi anak merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, peningkatan kapasitas pengasuh tidak hanya penting dari sisi profesional, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas,” ungkap Shella, Senin (1/6/2026).

 

Selain meningkatkan kompetensi pengasuh, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan melalui monitoring status gizi balita, penyempurnaan siklus menu berbasis Angka Kecukupan Gizi (AKG), pembentukan kader gizi panti, serta evaluasi terhadap perubahan pengetahuan dan praktik pengasuhan yang telah diterapkan.

 

Melalui kegiatan tersebut, UNISA Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan kesehatan anak dan pencegahan stunting melalui pendekatan edukatif, aplikatif, dan berkelanjutan. [ ]

Related posts