
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Guna mendorong sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi, ketersediaan sarana infrastruktur menjadi salah satu unsur penting. Dasar itu yang mencuatkan rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Kertajati Aerocity pada dekade pertama 2000-an.
Setelah melalui berbagai upaya, akhirnya, proyek raksasa yang secara total memerlukan lahan 5 ribu hektare, yang terdiri atas 1.800 hektare bandara, dan 3.200 hektare kawasan aerocity. Kehadiran BIJB, secara tidak langsung, dapat menjadi penggerak ekonomi Jabar.
Sejauh ini, progress pembangunan bandara yang menghabiskan dana triliunan rupiah itu terus menunjukkan perkembangan positif. “Target kami, pembangunan BIJB tuntas pada tahun depan. Insyaallah tidak ada kendala,” tandas Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, usai Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia yang diinisiasi bersama oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, di Bandung belum lama ini.
Pihaknya, tegas Aher, sapaan akrabnya, optimis target itu tercapai. Pasalnya, jelas dia, semua lahan sudah siap, termasuk lahan untuk runway, yang panjangnya mencapai 3.300 meter.
Menteri Kooridnator (Menko) Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan, sejumlah pembangunan infrastruktur di Jabar, BIJB, harus segera tuntas. Luhut berpendapat, infrastruktur itu sangat penting karena dapat mendorong ekonomi Jabar tumbuh lebih baik. (win)