
“Sejak kita mendaftarkan diri, kita sudah memikirkan apa yang mau kita pakai untuk menyosialisasikan visi misi kita. Dan terpikirlah game online ini,” ujar Laksamana.
Menurut Laksamana, dengan adanya game ini memberikan alternatif kampanye bagi masyarakat. Biasanya, kampanye dilakukan dengan memasang baliho, atau orasi di depan masyarakat luas. Sasaran dari game ini, imbuh Laksamana, adalah pemilih pemula, orang yang senang bermain game, maupun penonton dan penggemar sepakbola.
“Harapannya adalah agar mereka (pemilih pemula) makin kenal (kami). Dan nanti tanggal 20 (Februari) malam, atributnya akan hilang,” tuturnya.
Saat ditanya soal target suara yang ingin dicapai Dede-Laksamana di Pemilihan Gubernur Jabar, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jabar itu enggan menyebutkan. Dirinya tidak mau sesumbar seperti pasangan lain yang yakin meraih suara banyak, dikarenakan itu melebihi kuasa Tuhan.
“Kami tidak mau ngomong itu. Yang penting kami kerja keras sampai titik darah penghabisan,” tandasnya. (AVILA DWIPUTRA)