
JABATODAY.COM – BANDUNG –– Hingga kini, di Indonesia, kasus korupsi masih menjadi sebuah hal yang terus mendapat sorotan. Di antara berbagai sektor usaha, adalah usaha konstruksi yang menjadi sektor tertinggi terjadinya korupsi di tanah air. “Kolusi antara oknum pelaku usaha jasa konstruksi dan oknum pemerintah, kelalaian pelaku usaha, kecurangan pelaku usaha, dan berbagai cara penyuapan dalam tahapan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, merupakan penyimpangan yang paling sering menjadi temuan,” Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar, Setia Untung Arimuladi, pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jabar, di Sekretariat Badan Pengurus Daerah (BPD) Gapensi Jabar, Selasa (15/11).
Dalam acara yang dihadiri 27 Badan Pengurus Cabang (BPC) Gapensi Kota/Kabupaten se Jawa Barat, tokoh-tokoh pengusaha nasional dan Jabar, dan pejabat-pejabat yang berkaitan dengan jasa konstruksi, Setia meneruskan, kondisi tersebut terjadi sampai 2015. Dasarnya, ungkap dia, berupa pelaporan Survey Persepsi Korupsi 2015 terbitan Trabsoarency International Indonesia. Berdasarkan hasil pelaporan itu, tuturnya rata-rata alokasi korupsi pada sektor konstruksi sebesar 9,1 persen. “Selama periode Januari-Oktober 2016, kami menangani ratusan kasus dugaan korupsi konstruksi. Sebanyak 59 kasus tahap penyelidikan, 33 kasus dalam fase penyidikan, dan 76 kasus masuk proses penuntutan,” paparnya.
Ratusan kasus dugaan korupsi jasa konstruksi itu, lanjutnya, bernilai besar. Angkanya, sebut dia, mencapai puluhan miliar. Berkat penanganan tersebut, sahut Setia, pihaknya menyelamatkan uang negara sekitar Rp 47,63 miliar. Sedangkan uang perkara tindak pidana korupsi yang terkembalikan pada kas negara hasil proses penanganan, imbuh dia, melampaui Rp 121,59 miliar.
Guna menekan sekaligus mengantisipasi terjadinya dugaan korupsi jasa konstruksi, Setia menyatakan, pihaknya menjalin kerjasama dengan DPD Gapensi Jabar yang tertuang dalam sebuah kerjasama. Isinya, kata dia, berupa upaya-upaya pencegahan. Harapannya, kerjasama dengan DPD Gapensi Jabar tersebut diikuti oleh seluruh DPC Gapensi di Tatar Parahyangan. (win)