
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar, Iwa Karniwa, usai Diskusi Ikatan Sarjana Indonesia (ISEI) Jabar di Lantai 9 PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb, Jalan Naripan Bandung, Rabu (11/11), mengemukakan, pihaknya berperan dalam pencarian sumber dana supaya BIJB dapat terealisasikan. Sejauh ini, ungkap Iwa, Jabar menggelontorkan dana untuk pembangunan BIJB senilai Rp 713,2 miliar “Peruntukannya bagi pembebasan lahan. Hingga kini, areal lahan yang terbebaskan mencapai 900 ha. Tahun ini, pendanaannya senilai Rp 133 miliar. Jadi, totalnya hampir mencapai Rp 850 miliar,” tandas Iwa.
Diutarakan, pelaksanaan pembangunan BIJB terus menunjukkan progress positif. Salah satunya, jelas Iwa, dalam hal pembangunan runway (landasan). Menurutnya, pembangunan landasan, yang rencananya, terdiri atas 3 runway, sejauh ini, mencapai 2.500 meter. Rencananya, total panjang runway 4.000 meter dan lebar 60 meter.
Pendanaan pun, lanjut Iwa, dibantu kucuran anggaran pemerintah pusat. Hingga kini, sebutnya, pemerintah pusat mengucurkan dana Rp 349 miliar. Tahun depan, tuturnya, nilainya sekitar Rp 300 miliar. Totalnya, imbuh Iwa, kucuran dana pemerintah pusat sekitar Rp 650 miliar. “Sedangkan Pemprov Jabar, memang masih dalam pengkajian. Tapi, perkiraannya, sekitar Rp 250-300 miliar,” tukasnya.
Agar proyek pembangunan itu lancar, tegas Iwa, pihaknya pun menyiapkan sejumlah strategi. Antara lain, bebernya, berencana menerbitkan obligasi daerah. Nilainya, kata Iwa, tergolong besar, yaitu Rp 2,5 triliun.
Iwa mengatakan, BIJB paralel dengan pembangunan ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Saat ini, ujar Iwa, pembangunannya terus berlangsung. Untuk seksi II (Jatinangor-Sumedang), pembangunan fisik mencapai 70 persen dan segera masuk fase II. Harapannya, fase II itu bersamaan dengan seksi I (Cileunyi-Jatinangor). Dana untuk ruas tol tersebut, katanya, pemerintah pusat mengalirkan kocek sejumlah Rp 1,8 triliun. Pihaknya, cetus Iwa, memproyeksikan, akhir 2017, Cisumdawu tuntas, utamanya, seksi I dan II. Jika tuntas, sahut Iwa, hal ini dapat mempercepat arus perjalanan darat.
Soal investor asing, Iwa mengakui bahwa tidak sedikit penanam modal yang meminati proyek BIJB. Dia berpendapat, karena BIJB dan pembangunan tol membutuhkan Investasi bermodal besar, tentunya, harus bersikap hati-hati. “Kami siap joint venture utk menyikapi berbagai risiko. Soal investor, masih proses,” katanya.
Sementara mengenai Tol Soreang-Pasirkoja, Iwa menandaskan, proyeksinya tuntas Juli 2016. Sampai kini, seru Iwa, terus pemadatan. Dalam waktu dekat, ucapnya, memasuki proses pengerasan. “Pembebasan lahan sekitar 7 ha. Anggaran untuk pembebasan lahan sekitar Rp 1 juta per meter,” tutup Iwa. (ADR)