
“Karena ada indikasi peningkatan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di masyarakat. Maka itu, kita minta jajaran Polrestabes dan Polres untuk tingkatkan penyelidikan,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Komisaris Besar Asep Jenal Ahmadi, Minggu (18/12).
Peningkatan itu tampak dari hasil pengungkapan yang dilakukan Polda juga Polrestabes/Polres selama dua minggu terakhir ini. Terakhir, Ditresnarkoba Polda Jawa Barat mencegah peredaran sabu sebanyak 6 kilogram. “20 persen hasil pengungkapan berasal dari Polda juga Polres di seluruh wilayah hukum kami,” tukas Asep.
Pihaknya, diungkap Asep, selalu melakukan evaluasi usai pengungkapan atau penangkapan para tersangka penyalahguna obat-obatan terlarang tersebut. Berdasarkan data, peredaran narkoba paling banyak adalah sabu, kristal bening yang mengandung zat berbahaya amphetamine. “Saat ini, sabu masih yang terbanyak dari hasil pengungkapan yang kami lakukan,” tandas dia. (vil)