
Yayat sebelum pembekalan digelar mengatakan, rangkaian Pemilihan Gubernur Jabar 2013 tersebut tercatat sebagai tradisi baru penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah. “Ini pembekalan pengelolaan keuangan sebagai upaya menghindari KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme) dalam pemerintahan nantinya. Biasanya pengumuman dilakukan oleh KPU atau KPK,” tutur Yayat.
Sementara itu, Adnan mengungkapkan, berdasar data KPK, kasus korupsi di Jabar masih perlu mendapat perhatian serius, namun juga kesadaran anti korupsi berbagai jajaran Pemprov cukup tinggi. “Ini unik,” tugas Adnan.
Kerjasama KPK dengan Pemprov Jabar, imbuh Adnan, dalam upaya pencegahan korupsi sudah berjalan baik. Dan upaya ini akan terus ditingkatkan ke depannya. (AVILA DWIPUTRA)