
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Cimahi Benny Bachtiar, saat dihubungi, Jumat (4/11), menuturkan, kerja sama pengadaan air bersih dengan Kabupaten Bandung dikhususkan terlebih dahulu untuk wilayah selatan Cimahi. “Kabupaten Bandung siap membantu Cimahi dalam pemberian air bersih,” klaim Benny.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turut memasilitasi kerja sama itu, termasuk dalam hal anggaran. Karenanya, pada 2017, Pemkor Cimahi akan melakukan kajian detail engineering design (DED) terlebih dahulu. Sementara, untuk hal teknis, kemungkinan baru dapat terlaksana pada 2018. “Pemerintah pusat siap membantu penganggaran penyaluran air tersebut, yang dari Kabupaten Bandung ke Kota Cimahi,” ungkap Benny.
Kepala UPT Air Minum Kota Cimahi Dede Ansyori menjelaskan, Pemkab Bandung dan Pemkot Cimahi akan memanfaatkan sumber air dari wilayah Ciwidey yang memiliki kapasitas 500 liter/detik. Angka tersebut bisa memenuhi kebutuhan air 50 ribu kepala keluarga.
Teknisnya, terang Dede, sumber air dari Ciwidey akan dialirkan melalui pipa ke daerah Sadu, Kabupaten Bandung. Kemudian, air akan diolah terlebih dahulu hingga bersih. Pipa yang dibutuhkan untuk menyambungkan air dari Ciwidey ke Sadu sekitar 14 kilometer. Usai pengolahan, air akan disimpan di tempat penampungan air, yang kemudian langsung disalurkan ke Cimahi. “Berdasarkan rencana, ke Kabupaten Bandung 300 liter/detik, ke Cimahi 200 liter/detik,” jelas Dede.
Untuk menyalurkan air dari Sadu ke Kota Cimahi, membutuhkan pipa sepanjang 17,5 km, yang bakal melintasi daerah Nanjung, dan berakhir di sekitar Leuwigajah, Cimahi Selatan. Rencananya, Leuwigajah akan dijadikan tempat untuk menampung air dari Kabupaten Bandung. “Kita rencana buat penampungan di Leuwigajah, di daerah yang cukup tinggi, supaya ke masyarakatnya bisa gravitasi, tidak perlu dipompa lagi,” tutur dia.
Dari penampungan air di Lewuigajah yang memiliki kapasitas 2 ribu meter kubik, baru bisa disalurkan ke rumah tangga sasaran di Kecamatan Cimahi Selatan. Berdasarkan perkiraan, akan ada sekitar 20 ribu KK di Selatan yang akan tersambung air bersih.
“200 liter/detik itu untuk sekitar 20 ribu keluarga yang akan dilayani,” ucapnya.
Wilayah utara dan tengah, juga akan dialiri. Namun, bukan dengan Pemkab Bandung, melainkan Pemkab Bandung Barat. “Bandung Barat kita sudah MoU tahun 2015. DED-nya masih direvisi,” tandas Dede. (vil)