
jabartoday.com/erwin adriansyah
“Permintaan gula tergolong tinggi. Kami terus berupaya melakukan penyerapan. Untuk gula lokal, saat ini, sudah masuk dari beberapa pabrik gula di Jatitujuh. Volumenya yang tersimpan pada gudang-gudang kami sekitar 1.000 ton. Angka itu dapat terus bertambah,” tandas Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Alip Affandi, di Graha Sativa Perum Bulog Divre Jabar, Jalan Soekarnohatta Bandung.
Alip meneruskan, selain masuknya gula lokal dari pabrik-pabrik, pihaknya pun menyiapkan gula impor, yang tentunya berjenis gula konsumsi. Volumenya, sebut dia, mencapai 10 ribu ton. “Kami siap mendistribusikannya, baik gula lokal maupun impor,” seru Alip.
Soal beras, Alip mengemukakan, jajarannya pun terus melakukan penyerapan. Hingga Juni, ungkap dia, volume penyerapan beras mencapai 330 ribu ton. Angka tersebut, ucapnya, melebihi pencapaian periode sama 2015 yang jumlahnya sekitar 250 ribu ton.
Volume penyerapan sekitar 330 ribu ton itu, jelasnya, adalah beras jenis medium. Khusus beras premium, imbuhnya, pihaknya pun masih terus melakukan penyerapan, walau volumenya belum terlalu besar, yaitu sekitar 2-3 ribu ton. “Skema antara beras premium dan medium tidak sama. Distribusi beras premium secara direct selling,” tuturnya.
Lalu, bagaimana dengan daging sapi? Alip menyatakan, pasca Idul Fitri, lembaga BUMN ini pun mulai mendistribusikannya lagi mengingat harga jualnya yang masih melampaui Rp 100 ribu per kilogram. Selama Ramadan, ujarnya, ketersediaan daging impor asal Australia itu, mencapai 1.100 ton. “Yang terdistribusikan baru sekitar 100 ton. Jadi, atok masih banyak,” tutup Alip. (ADR)