Menurut Ray, pengkaderan-pengkaderan di organisasi mahasiswa di manapun, bisa dipastikan tidak untuk melahirkan para koruptor. “Alih-alih mendukungnya, bahkan pada modul-modul pelatihan organisasi ekstra mahasiswa itu, jelas terkandung materi dengan basis teologis dan idiologis anti korupsi,” ujar Ray, seperti dilansir Republika.co.id, Jumat (6/5).
Bila kader yang dihasilkan tak selalu menunjukkan positif, jelas Ray, merupakan persoalan yang tak selalu tunggal. Di sinilah, penyebutan contoh kecerdasan dan kejahatan dengan LK I HMI sebagai kekeliruan yang fatal.
Ray menegaskan, kendati Saut menyebutnya hanya sekilas, tapi jelas jika tak ada bantahan akan dapat menjadi sumber asumsi yg tak terkontrol. “Oleh karena itu, kita mendesak agar pak Saut Situmorang meminta maaf dan hendaknya menyatakan bahwa pernyataan itu ditarik,” kata dia.
Adalah penting pernyataan ini untuk mengurangi asumsi yang dapat berjalan tak terkontrol. Sebab, lama kelamaan asumsi ini akan menjadi stigma yang tentu saja akan dapat berujung pada pelemahan organisasi, dengan sederet jasa bagi republik ini.
“Kiranya pak Saut Situmorang dapat memahami kegalauan dan kedukaan atas pernyataan beliau yang tak proporsional tersebut,” ujar dia. Yakni dengan permintaan maaf dan segera menarik pernyataan yang dimaksud. (rep/sep)