Puluhan Ribu Tenaga Kerja Dihantui PHK Massal

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejauh ini, perkembangan ekonomi masih menunjukkan perlambatan, kendati pemerintah menerbitkan paket-paket kebijakan. Masih stagnannya perkembangan ekonomi membuat beberapa industri raksasa melakukan dan menyusun rencanan efisiensi. Satu di antaranya, dalam hal pengurangan jumlah tenaga kerja alias pemutusan hubungan kerja (PHK).

Rencana efisiensi tersebut pun terjadi pada industri-industri di Jabar. “Yang paling banyak berencana melakukan efisiensi tenaga kerja adalah industri sektor elektronik dan otomotif,” tandas Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Dedy Widjaja, Kamis (11/2).

Diungkapkan, sebenarnya, di Jabar, industri tekstil yang terlebih dahulu melakukan efisiensi tenaga kerja. Dedy menyatakan, jumlah tenaga kerja pada sektor tekstil jumlahnya lebih banyak. Dedy memperkirakan, angkanya sekitar 20 ribu orang.

Dedy mengutarakan, rencana efisiensi tersebut karena beberapa hal. Di antaranya, tingginya biaya operasional para pelaku industri. Tidak itu saja, lanjutnya, industri-industri itu, utamanya, yang berorientasi ekspor, terpaksa melakukan efisiensi pekerja karena terbebani suku bunga perbankan. “Sebenarnya, kami tidak ingin hal itu terjadi. Tapi, mereka (industri-industri) terpaksa karena bebannya yang berat. Ini demi keberlangsungan industri tersebut juga,” sambung pria yang kembali terpilih memimpin DPP APINDO Jabar periode 2016-2020 tersebut.

Menurutnya, jumlah tenaga kerja yang terkena efisiensi alias PHK tersebut, khusus di Jabar, tergolong banyak. Dedy menyebutkan, angkanya dapat mencapai 10 ribu orang. Akan tetapi, kata Dedy, sebenarnya, jika perbandingannya dengan potensi dan ketersediaan lapangan pekerjaan, angka itu jauh lebih sedikit, yaitu sekitar 180 ribu lapangan pekerjaan. Ketersediaan itu ada, terangnya, karena adanya sejumlah proyek dan investasi di Jabar.

Dedy berpendapat, agar iklim ekonomi di Indonesia, utamanya Jabar, kembali bergairah, pihaknya berharap, pemerintah melakukan berbagai upaya kongkret. Misalnya, menerbitkan beragam kebijakan yang pro-bisnis, semisal adanya insentif bagi dunia usaha, termasuk kemudahan-kemudahan, semisal perizinan, serta adanya jaminan keamanan.

Sementara itu, berdasarkan data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, teradpat 11 perusahaan dan industri besar yang berencana melakukan efisiensi teraga kerja. Perusahaan dan industri besar tersebut yaitu PT Panasonic, PT Toshiba, PT Shamoin, PT Starlink, PT Jaba Garmindo, PT Ford Indonesia, PT Yamaha Kencana Motor Indonesia (YKMKI), PT Astra Honda Motor (AHM), PT ASA Elektronik, PT Shinkei, PT Hino Indonesia. (ADR)

Related posts