Sampai sejauh ini, ternyata, masih cukup banyak masyarakat, termasuk di Jawa Barat-Banten, yang belum menikmati energi listrik. Karenanya, kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT PLN Distribusi Jabar-Banten (DJBB) melakukan pemasang sambungan listrik gratis. “Targetnya adalah keluarga pra sejahtera dan sejahtera 1,” ujar Supervisor Komunikasi PLN DJBB, Agus Yuswanta, di tempat kerjanya, Selasa (22/4/2014).
Aguy, sapaan akrabnya, menjelaskan, dalam kerjasama yang terangkum dalam Program Pengembangan Listrik Perdesaan 2014 ini bersiap memasang sambungan listrik bagi 52.668 unit rumah di 22 kota dan kabupaten wilayah kerjanya. Untuk tingkat kabupaten, ungkap Aguy, program ini bergulir di 18 kabupaten. “Yaitu Cianjur, Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Bekasi, Karawang, Bandung, Bandung Barat, Subang, Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Majalengka. Sedangkan tingkat kota, yaitu Bekasi, Cimahi, Tasikmalaya, dan Cirebon,” paparnya.
Pria berkaca mata ini melanjutkan, di antara ke-22 kota-kabupaten tersebut, ada dua daerah yang tertinggi pemasangan sambungan listrik. Daerah terbanyak, sebutnya, yaitu Kabupaten Garut. Jumlahnya, ucap dia, sektiar 5.000 unit rumah. Tertinggi berikutnya, lanjut dia, yaitu Kabupaten Cianjur, sejumlah 4.365 unit rumah. Sementara daerah lain, rata-rata 1.000-3.000 unit rumah.
Aguy menerangkan, pemasangan sambungan itu terdiri atas APP atau meteran listrik dan jaringan dalam rumah. Kapasitas terpasang bagi puluhan ribu rumah itu mencapai 450 Watt per unit rumah. Sumber dana program ini, kata dia, adalah APBD. Upaya ini pun menjadi bagian peningkatan rasio elektrifikasi desa. Sejauh ini, tingkat elektrifikasi 99,88 persen.
Upaya elektrifikasi lainnya, tambah Aguy, jajarannya pun memasang saluran udara tegangan menengah yang panjangnya 2,7 kilometersikuit (KMS) dan saluran udara rendah sepanjang 55,218 KMS. Tidak itu saja, imbuh Aguy, lembaga BUMN itu pun memasang 3 unit gardu distribusi berkapasitas 100 KVA dan 4 gardu distribusi berkapasitas 50 KVA.
Aguy mengakui bahwa teknis pelaksanaan program ini bukan perkara mudah. Pasalnya, kilah dia, ada beberapa titik yang sulit terjangkau . Titik-titik itu, mayoritas, berlokasi di Jabar Selatan. “Kendalanya, infrastruktur kurang memadai dan jarak antarrumah pun berjauhan. Tapi, kami optimis program tersebut terealisasi pada tahun ini,” tutup Aguy. (ADR)
